Gerhana Bulan Total
Thursday, 2 October 2014 | 14:04 WIB
| Penulis:
Moedji Raharto
| Kategori: Uncategorized
Pada pertengahan bulan Dzulhijjah 1435 H atau
tepatnya pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2014 (13-14 Dzulhijjah 1435 H,
taqwim standard atau 14 – 15 Dzulhijjah 1435 H (wujudul hilal)) akan
berlangsung gerhana Bulan Total (GBT-8 Oktober 2014).
Bulan yang tampak kemerahan saat fasa gerhana Total 16 Juni 2011. kredit : Jeff Teng
Gerhana Bulan Total tersebut merupakan gerhana Bulan Total kedua dari
dua gerhana Bulan Total yang berlangsung pada tahun 2014, sebelumnya
adalah
GBT 15 April 2014.
Secara umum GBT-8 Oktober 2014 tersebut dapat disaksikan dari wilayah
Indonesia pada sore hari sekitar waktu maghrib, Bulan terbit dalam
keadaan gerhana. Gerhana bulan tidak berbahaya untuk dilihat secara
langsung dengan mata bugil. Penggunaan alat bantu binokuler dan teleskop
tanpa filter juga akan lebih jelas dan tidak berbahaya. Keunikan GBT-8
Oktober 2014 bagi pengamat di Indonesia, warna Bulan sangat bergantung
pada kondisi angkasa planet Bumi, ketika Bulan berada di kawasan umbra
Bumi. Di Indonesia pemandangan fenomena GBT-8 Oktober 2014 tersebut akan
berlangsung di dekat horizon, merupakan keunikan dalam pengamatan
gerhana Bulan total 8 Oktober 2014. Mudah untuk mencari lokasi GBT-8
Oktober 2014 di arah horizon timur, dekat dengan arah lokasi terbit
Matahari, pastikan pemandangan di arah tersebut tidak terhalang gedung,
gunung atau pohon. Secara umum di Indonesia ketika Matahari terbenam di
arah kaki horizon Barat pada tanggal 8 Oktober 2014, Bulan telah terbit
dalam keadaan gerhana di kaki horizon timur. Mengabadikan fenomena
tersebut merupakan aktivitas yang perlu dilakukan untuk merekam keunikan
fenomena gerhana Bulan tetrad yang bisa diamati dari wilayah Indonesia.
Selain itu pada tahun 2014 juga berlangsung dua fenomena gerhana
Matahari, yaitu gerhana Matahari Cincin pada tanggal 29 April 2014 yang
lalu, yang dapat disaksikan sebagai momen gerhana Matahari Sebagian dari
beberapa wilayah Indonesia. Gerhana Matahari berikutnya adalah gerhana
Matahari Parsial/Sebagian yang akan berlangsung pada tanggal 23-24
Oktober 2014, gerhana Matahari tersebut tidak dapat disaksikan dari
wilayah Indonesia.
Peta lintasan Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014. Kredit: Fred Espenak/NASA
Gerhana Bulan Total Tetrad kedua pada millenium 3
Salah satu keistimewaan GBT 8 Oktober 2014, bahwa GBT tersebut merupakan
bagian untaian empat gerhana Bulan total yang berurutan, dua gerhana
Bulan total berlangsung pada tahun 2014 dan dua yang lainnya akan
berlangsung pada tahun 2015. Untaian empat gerhana Bulan total yang
berlangsung secara berurutan dinamakan gerhana Bulan tetrad. Untaian
gerhana Bulan Tetrad ini tergolong langka, dalam seribu tahun di
millenium 3 terdapat 32 kali fenomena tersebut.
GBT 8 Oktober mendatang merupakan seri gerhana Bulan tetrad kedua
dalam millenium ke 3 ini. Keempat gerhana Bulan total tersebut adalah
gerhana Bulan total 15 April 2014 (Seri gerhana Bulan ke 56 dari 75
gerhana Bulan dalam seri Saros 122, pertengahan bulan Jumadil Akhir 1435
H), gerhana Bulan total 8 Oktober 2014 (Seri gerhana Bulan ke 42 dari
72 gerhana Bulan dalam seri Saros 127, pertengahan bulan Dzulhijjah 1435
H), gerhana Bulan total 4 April 2015 (seri gerhana Bulan ke 30 dari 71
gerhana dalam seri Saros 132, pertengahan bulan Jumadil Akhir 1436 H),
dan gerhana Bulan total 28 September 2015 (seri gerhana Bulan ke 28 dari
81 gerhana Bulan dalam seri Saros 137, pertengahan bulan Dzulhijjah
1436 H).
Seri gerhana Bulan tetrad pertama dalam millenium ke 3 telah
berlangsung 11 tahun silam yaitu gerhana Bulan total 16 Mei dan 9
November 2003 dan 4 Mei dan 28 Oktober 2004. Walaupun seri gerhana Bulan
total tetrad pertama dan kedua berjarak 11 tahun seri gerhana bulan
Total tetrad berikutnya akan berlangsung 18 tahun kemudian, yaitu 25
April dan 18 Oktober 2032 dan 14 April dan 8 Oktober 2033. Keempat
gerhana bulan total dalam seri tetrad ke 3 dalam millenium ke 3 tersebut
dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Jarak antara satu seri gerhana bulan Total tetrad yang satu ke seri
berikutnya bisa berjarak 7 tahun, 11 tahun, 18 tahun dan 22 tahun; namun
juga bisa berjarak 311 tahun dan 293 tahun.
Dalam millenium ke 3 terdapat 32 seri gerhana bulan Total tetrad, 5
diantaranya berjarak 7 tahun, 13 diantaranya berjarak 11 tahun, 10
diantaranya berjarak 18 tahun, 1 berjarak 22 tahun dan satu berjarak 311
tahun dan satu berjarak 293 tahun. Seri tetrad yang panjang adalah
perubahan dari tetrad ke 12 menuju tetrad ke 13 berjarak 293 tahun yaitu
seri tetrad 12 yang terdiri dari GBT 19 Maret dan 11 September 2155 dan
GBT 7 Maret & 31 Agustus 2156 ke seri tetrad 13 yang terdiri dari
GBT 17 Juni 2448 & 10-11 Desember 2448 dan GBT 6-7 Juni 2449 &
30 November 2449. Di masa tersebut tetap ada gerhana Bulan Total, namun
yang tidak ada adalah gerhana Bulan tetrad, empat gerhana Bulan Total
yang berlangsung secara berurutan.
Perubahan seri tetrad ke tetrad berikutnya yang terpanjang dalam
millenium 3 tersebut adalah perubahan seri tetrad ke 31 GBT 22 Maret dan
14 September 2676 dan GBT 11 Maret dan 3-4 September 2677 menuju
kelompok tetrad ke 32 yaitu GBT 2 Juli 26 Desember 2987 dan GBT 21 Juni
& 14 Desember 2988.
Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014
Gerhana Bulan Total (GBT) yang berlangsung pada hari Rabu, 8 Oktober
2014 (GBT-8 Oktober 2014) merupakan Gerhana Bulan ke 42 dari 72 gerhana
dalam seri Saros 127. GBT 8 Oktober 2014 bertepatan dengan (pertengahan)
14
Dzulhijjah 1435 H. Bersamaan dengan GBT – 8 Oktober 2014, fasa Bulan Purnama akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober 2014 pada jam 17:51 wib.
GBT 8 Oktober 2014 dimulai dengan Bulan memasuki kawasan Penumbra
pada jam 15:16 wib pertanda tahap gerhana Bulan Penumbra dimulai, 59
menit kemudian disusul Bulan mulai memasuki kawasan Umbra Bumi pada jam
16:15 wib, dan seluruh permukaan Bulan memasuki Umbra Bumi pertanda
momen GBT 8 Oktober 2014 dimulai pada jam 17:25 wib, pertengahan Gerhana
Bulan Total jam 17:55 wib, kemudian momen GBT berakhir jam 18: 24 wib,
Bulan meninggalkan Umbra Bumi jam 19:34 wib dan Bulan meninggalkan
kawasan Penumbra pada jam 20:34 wib. Jadi momen GBT berlangsung 59
menit. Pada momen gerhana Penumbra sangat sulit dibedakan antara Bulan
Purnama dengan Bulan dalam kawasanan Penumbra Bumi, yang sebenarnya
sorot cahaya Matahari ke permukaan Bulan berkurang, tidak 100% seperti
sorot cahaya Matahari ke permukaan Bulan pada fase Bulan Purnama.
Peta lokasi yang bisa menyaksikan Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014. Kredit: Fred Espenak/NASA
Momen Gerhana Bulan Total dapat disaksikan hampir di seluruh wilayah
Indonesia, kecuali di Banda Aceh. Hampir di seluruh wilayah Indonesia
Bulan terbit sebelum momen GBT 8 Oktober 2014 berakhir, kecuali di Aceh,
bulan terbit di Aceh setelah GBT berakhir, namun masih bisa menyaksikan
momen akhir gerhana Bulan Sebagian. Di seluruh wilayah Indonesia, Bulan
terbit dalam keadaan gerhana, namun tidak ada yang bisa menyaksikan
seluruh momen GBT 8 Oktober 2014 dari sejak Bulan mulai memasuki kawasan
Penumbra maupun Umbra Bumi. Di Sorong dan Jayapura, Bulan terbit ketika
Bulan sudah berada di kawasan Penumbra Bumi, di kedua tempat ini dapat
menyaksikan paling banyak momen gerhana Bulan 8 Oktober 2014. Di
Sumatera umumnya orang menyaksikan gerhana dari pertengahan gerhana
bulan total 17:55 wib hingga gerhana bulan berakhir 20:34 wib. Di kota –
kota Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Manado,
Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong,
Jayapura, Kupang, Mataram, Denpasar dan Surabaya dapat menyaksikan
seluruh momen GBT 8 Oktober 2014 yang akan berlangsung selama 59 menit
tersebut, sejak 17:25 wib hingga jam 18:24 wib.
Di kota – kota Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Pangkal
Pinang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Serang, Jakarta,
Pelabuhan Ratu dapat menyaksikan momen pertengahan GBT 8 Oktober 2014
yang akan berlangsung pada jam 17:55 wib hingga momen akhir GBT pada jam
18:24 wib.
GBT 8 Oktober 2014 (di Indonesia) dapat disaksikan pada momen
menjelang Bulan terbenam sebagai GBT 7 Oktober 2014 di wilayah Kanada,
Amerika Serikat, samudera Pasifik, bagian Barat negara Amerika latin.
Semoga langit cerah dan banyak yang berkesempatan melihat gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014 mendatang.