Tuesday, July 2, 2019

CHE GUEVARA

guevaranil

Ernesto "CheGuevara (lahir di RosarioArgentina14 Juni 1928 – meninggal di Bolivia9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah seorang pejuang revolusidokter, penulis, pemimpin gerilyawandiplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yang berhaluan Marxis. Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajahnya telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer.[2]
Saat masih menjadi seorang mahasiswa kedokteran, Guevara menjelajahi wilayah Amerika Selatan dan mengalami radikalisasi akibat kemiskinan, kelaparan, dan penyakit yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.[3] Ia sangat ingin menghentikan eksploitasi yang menurutnya dilakukan oleh "kapitalis Amerika Serikat", sehingga ia mencoba membantu reformasi sosial yang dicanangkan di Guatemala oleh Presiden Jacobo Árbenz. Namun, Árbenz kemudian dilengserkan dengan bantuan dari CIA atas desakan dari United Fruit Company, sehingga Guevara menjadi semakin mantap dengan ideologi yang dianutnya.[3] Setelah itu, ia pindah ke Kota Meksiko, dan di situ ia bertemu dengan Raúl dan Fidel Castro dan bergabung dengan Gerakan 26 Juli. Mereka berlayar ke Kuba dengan menumpangi sebuah kapal yacht yang bernama Granma, dengan tujuan menjatuhkan diktator Kuba yang didukung oleh Amerika Serikat, Fulgencio Batista.[4] Guevara kemudian menjadi tokoh yang terkenal di kalangan pemberontak dan diangkat sebagai komandan kedua, dan ia sendiri juga memainkan peranan yang penting dalam kampanye gerilya selama dua tahun yang pada akhirnya berhasil melengserkan rezim Batista.[5]

Che Guevara | Че Гевара | by klimbims

Seusai Revolusi Kuba, Guevara mengemban berbagai peranan penting dalam pemerintahan Castro. Peran-peran tersebut meliputi peninjauan banding dan hukuman tembak mati untuk orang-orang yang divonis melakukan kejahatan perang oleh pengadilan revolusioner,[6] pelaksanaan reformasi agraria dalam kapasitasnya sebagai menteri perindustrian, serta penggalakkan kampanye melek huruf di seluruh Kuba. Selain itu, ia menjabat sebagai direktur pengarahan angkatan bersenjata Kuba dan presiden bank nasional, dan ia berkeliling dunia sebagai perwakilan resmi Kuba. Guevara juga turut andil dalam melatih militer yang akhirnya berhasil menghalau Invasi Teluk Babi,[7] dan ia mendukung pengiriman misil-misil balistik bersenjata nuklir milik Uni Soviet ke Kuba yang berujung pada Krisis Misil Kuba tahun 1962.[8]

Che Guevaras corpse is officially presented to the International Press in the laundry room of the Vallegrande local hospital on the October 10, 1967. This is a very powerful picture because it is of a man pointing at the last wound of christ.

«Mi chiamo Mario e così uccisi Che Guevara» - VanityFair.it
Guevara juga merupakan seorang penulis. Ia menyusun sebuah buku panduan tentang perang gerilya dan juga sebuah memoir tentang perjalanan masa mudanya dengan menggunakan sepeda motor. Pengalamannya serta ideologi Marxisme–Leninisme yang ia anut membuatnya meyakini bahwa keterbelakangan dan kebergantungannegara-negara Dunia Ketiga merupakan dampak dari imperialismeneokolonialisme, dan kapitalisme monopoli, dan ia berkeyakinan bahwa hal ini hanya dapat dirombak oleh internasionalisme proletarian dan revolusi dunia.[9][10] Guevara meninggalkan Kuba pada tahun 1965 untuk mengobarkan revolusi di luar negeri. Pertama-tama ia mencoba membantu pemberontak di Kongo-Kinshasa, tetapi upaya ini mengalami kegagalan. Ia lalu menjadi gerilyawan di Bolivia, tetapi ia ditangkap oleh militer Bolivia yang dibantu CIA dan kemudian dihukum mati dengan ditembak.[11]


Che Guevara merupakan tokoh sejarah yang dipuja dan dikecam, dengan imajinasi kolektif tentang dirinya yang saling bertolak belakang di dalam berbagai buku biografi, memoir, esai, film dokumenter, lagu, dan film. Akibat anggapan bahwa ia adalah seorang martir, serta ajakannya untuk mengobarkan perjuangan kelas dan menciptakan kesadaran seorang "manusia baru" yang didorong oleh moral ketimbang materi,[12] ia menjadi lambang berbagai gerakan kiri.

Che Guevara Wallpapers HD Best HD Photos (1080p) - #1159 #cheguevara #cheguevarawallpapershd #cheguevaraimages

Majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20,[13] sementara foto Che Guevara yang diabadikan oleh Alberto Korda (yang berjudul Guerrillero Heroico) dianggap sebagai "foto paling terkenal di dunia" oleh Maryland Institute College of Art .[14]

Explore klimbims' photos on Flickr. klimbims has uploaded 1924 photos to Flickr.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]


Ernesto remaja (kiri) dengan orangtua dan saudara-saudaranya, sekitar tahun 1944. Yang duduk di sebelahnya, dari kiri ke kanan: Celia (ibu), Celia (saudari), Roberto, Juan Martín, Ernesto (ayah), dan Ana María.
Ernesto Guevara lahir dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan istrinya, Celia de la Serna y Llosa, pada tanggal 14 Juni 1928[1] di RosarioArgentina, sebagai anak sulung dari lima bersaudara dalam sebuah keluarga Argentina kelas menengah keturunan Spanyol (termasuk Basque dan Cantabria), ditambah dengan darah Irlandia dari leluhur patrilinealnyaPatrick Lynch.[15][16][17] Sesuai dengan keluwesan tata penamaan dalam bahasa Spanyol, nama resminya (Ernesto Guevara) terkadang juga ditambahkan dengan nama belakang "de la Serna" dan/atau "Lynch".[18] Saat sedang membicarakan sifat Che yang "tidak tenang", ayahnya menyatakan bahwa "Hal pertama yang perlu disadari dari putraku adalah darah para pemberontak Irlandia yang mengalir di dalam tubuhnya".[19]
Pada masa awal hidupnya, Ernestito (julukannya pada masa itu) tumbuh menjadi pribadi yang "peduli kepada kaum miskin".[20] Ia dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang condong ke arah kiri, dan ia sudah melihat berbagai sudut pandang politik sejak masih kecil.[21] Ayahnya merupakan pendukung faksi Republik dalam Perang Saudara Spanyol, dan ia seringkali menerima veteran-veteran konflik tersebut di rumahnya.[22]
Walaupun Guevara mengidap asma yang akut sepanjang hidupnya, ia adalah seorang atlet yang handal, dan ia menyukai olahraga renang, sepak bola, golf, dan menembak, selain juga menjadi seorang pesepeda yang "tidak kenal lelah".[23][24] Ia merupakan seorang pemain rugbi,[25] dan bermain pada posisi fly-half untuk Club Universitario de Buenos Aires.[26] Saat bermain rugbi, ia diberi julukan "Fuser" (yang merupakan penggabungan singkatan El Furibundo (buas) dengan nama belakang ibunya, de la Serna) akibat gaya bermainnya yang agresif.[27]

(5) JOSÉ TOMÁS FREYTES H (@josefreytes08) | Twitter

Minat intelektual dan sastra[sunting | sunting sumber]


Foto Guevara pada tahun 1951 saat ia masih berumur 22 tahun
Guevara belajar catur dari ayahnya dan mulai ikut turnamen lokal pada saat ia masih berusia 12 tahun. Pada masa remaja dan sepanjang hidupnya, ia sangat menggemari puisi, khususnya puisi-puisi karya Pablo NerudaJohn KeatsAntonio MachadoFederico García LorcaGabriela MistralCésar Vallejo, dan Walt Whitman.[28] Ia juga seringkali membaca puisi "If—" karya Rudyard Kipling dan Martín Fierro karya José Hernández, dan bahkan hafal dengan sajak-sajaknya.[28] Di dalam rumah Guevara terdapat lebih dari 3.000 buku, dan ia suka membaca buku-buku karya Karl MarxWilliam FaulknerAndré GideEmilio Salgari, dan Jules Verne.[29] Selain itu, ia menikmati karya-karya Jawaharlal NehruFranz KafkaAlbert CamusVladimir Lenin, dan Jean-Paul Sartre, serta Anatole FranceFriedrich EngelsH. G. Wells, dan Robert Frost.[30]
Saat ia bertumbuh besar, ia semakin tertarik dengan karya-karya penulis-penulis Amerika Latin seperti Horacio QuirogaCiro AlegríaJorge IcazaRubén Darío, dan Miguel Asturias.[30]Gagasan-gagasan para penulis tersebut ia tuliskan di dalam buku catatannya tentang konsep, definisi, dan filsafat. Salah satu yang ia masukkan ke dalam catatan tersebut adalah gagasan Buddha dan Aristoteles, serta pandangan Bertrand Russell tentang cinta dan patriotisme, Jack London tentang masyarakat, dan Nietzsche tentang kematian. Gagasan Sigmund Freud juga membuatnya takjub, dan ia mengutip pernyataan-pernyataannya dalam berbagai topik, dari mimpi dan libido hingga narsisisme dan kompleks Oedipus.[30]Pelajaran-pelajaran kesukaannya di sekolahan adalah filsafat, matematika, teknik, ilmu politiksosiologi, sejarah, dan arkeologi.[31][32]

Escrito con Sangre... ¡El Website de los Asesinos!: Mario Terán: el asesinato de Ernesto “Che” Guevara
Bertahun-tahun sesudahnya, 'laporan biografi dan kepribadian' CIA pada tanggal 13 Februari 1958 yang telah dideklasifikasikan menjabarkan minat akademik dan intelektual Guevara, dan laporan ini menggambarkannya sebagai orang yang "cukup banyak bacaannya" dan juga menambahkan bahwa "Che adalah orang yang cukup terpelajar untuk seorang Latino."[33]
Che Guevara reading Goethe. While smoking a cigar... Ha.

Perjalanan sepeda motor[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1948, Guevara masuk Universitas Buenos Aires dan mengambil jurusan kedokteran. "Hasratnya untuk menjelajahi dunia"[34] membuatnya memutuskan untuk menyelingi pendidikannya dengan dua perjalanan yang akan sangat mengubah caranya memandang dirinya sendiri dan kondisi ekonomi di Amerika Latin pada masa itu. Perjalanan pertamanya pada tahun 1950 merupakan sebuah perjalanan sejauh 4.500 kilometer di provinsi-provinsi pedesaan utara Argentina dengan menggunakan sepeda yang dilengkapi dengan mesin kecil yang ia pasang sendiri.[35] Kemudian, pada tahun 1951, ia melakukan perjalanan sepeda motor sejauh 8.000 kilometer di sebagian besar wilayah Amerika Selatan bersama dengan temannya, Alberto Granado. Untuk melakukan perjalanan keduanya, ia libur kuliah selama setahun, dan tujuan akhir mereka adalah menjadi sukarelawan di koloni lepra San Pablo di Peru selama beberapa minggu.[36]

Peta perjalanan Guevara dengan Alberto Granadopada tahun 1952. Garis merah menandakan perjalanan udara.

Guevara (kanan) dengan Alberto Granado (kiri) sedang menaiki rakit kayu "Mambo-Tango" mereka di Sungai Amazon pada Juni 1952. Rakit tersebut merupakan hadiah dari para pengidap kusta yang mereka rawat.[37]
Di Chili, Guevara sangat marah setelah melihat kondisi para pekerja di tambang tembaga Chuquicamata milik Anaconda, dan ia merasa tersentuh saat ia menyaksikan sepasang komunis yang mengalami penindasan dan bahkan tak memiliki selimut di Gurun Atacama.[38] Selain itu, saat sedang dalam perjalanan ke Machu Picchu di Pegunungan Andes, ia terguncang dengan kemiskinan yang melanda kawasan-kawasan pedesaan; sebagai catatan, di kawasan tersebut para petani mengerjakan lahan-lahan kecil yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah kaya.[39] Pada masa akhir perjalanannya, ia merasa sangat terkesan dengan persahabatan orang-orang di koloni lepra, dan ia berkomentar bahwa "Bentuk solidaritas dan kesetiaan manusia yang tertinggi muncul di antara orang-orang yang kesepian dan putus asa."[39] Guevara menceritakan perjalanannya di dalam sebuah buku catatan yang berjudul The Motorcycle Diaries (Buku Harian Sepeda Motor), yang kelak menjadi karya dengan penjualan terbaik menurut New York Times,[40] dan diadaptasi ke dalam film pemenang penghargaan dari tahun 2004 dengan judul yang sama.
Perjalanan kedua Guevara melintasi wilayah Argentina, Chili, Peru, EkuadorKolombiaVenezuelaPanama, dan Miami,[41] dan lalu ia kembali ke Buenos Aires. Pada akhir perjalanan, ia tidak menganggap Amerika Latin sebagai sekumpulan negara-negara yang terpisah, tetapi sebagai sebuah entitas tunggal yang membutuhkan strategi pembebasan dengan cakupan seluruh benua. Pandangannya mengenai Amerika Hispanikyang bersatu, tanpa sekat, dan memiliki warisan budaya bersama kelak menjadi sebuah tema yang seringkali diangkat selama kegiatan-kegiatan revolusionernya. Sekembalinya di Argentina, ia menyelesaikan kuliahnya dan memperoleh gelar di bidang kedokteran pada Juni 1953, sehingga secara resmi ia disebut "Dr. Ernesto Guevara".[42]
Guevara kemudian berkomentar bahwa berkat perjalanannya di Amerika Latin, ia "berhubungan langsung dengan kemiskinan, kelaparan dan penyakit", serta "ketidakmampuan untuk mengobati seorang anak karena kekurangan uang" dan "ketidakmampuan untuk berpikir yang dipicu oleh kelaparan dan hukuman" yang membuat seorang ayah "menerima kehilangan seorang putra sebagai sebuah kecelakaan yang tidak penting". Pengalaman-pengalaman ini membuat Guevara yakin bahwa untuk "menolong orang-orang ini", ia harus keluar dari dunia kedokteran dan masuk ke ranah perjuangan politik bersenjata.[3]

Dans l’esprit de Crazy Horse

Revolusi Kuba[sunting | sunting sumber]

Invasi, perang, dan Santa Clara[sunting | sunting sumber]


Guevara sedang menunggangi seekor bagal di Provinsi Las Villas, Kuba, November 1958
Langkah pertama dalam rencana revolusioner Castro adalah serangan ke Kuba dari Meksiko dengan menaiki Granma, sebuah kapal penjajap kabin yang sudah tua dan bocor. Mereka tiba di Kuba pada tanggal 25 November 1956. Mereka diserang oleh pasukan Batista tidak lama setelah mendarat, sehingga banyak dari antara 82 pasukan Castro yang tewas dalam serangan tersebut atau dihukum mati setelah ditangkap; hanya 22 orang yang berhasil berkumpul kembali sesudahnya.[73] Selama konfrontasi berdarah ini, Guevara menjatuhkan persediaan-persediaan medisnya dan mengambil sebuah kotak amunisi yang dijatuhkan oleh rekannya yang telah melarikan diri, dan ini menjadi momen simbolis dalam kehidupan Che.[74]
Hanya ada sekelompok kecil pejuang revolusi yang selamat dan dapat berkumpul kembali di pegunungan Sierra Maestra. Di situ, mereka mendapatkan dukungan dari jaringan gerilyawan perkotaan Frank País, Gerakan 26 Juli, dan petani-petani campesino setempat. Semenjak mundur ke Pegunungan Sierra, dunia menjadi penasaran apakah Castro masih hidup atau sudah mati sampai awal 1957 saat wawancaranya dengan Herbert Matthews diterbitkan di The New York Times. Artikel tersebut membentuk citra Castro dan para gerilyawannya. Guevara tidak hadir dalam wawancara tersebut, tetapi pada bulan-bulan berikutnya, ia mulai menyadari pentingnya media dalam perjuangan mereka. Sementara itu, persediaan dan moral semakin menipis, dan alergi akibat gigitan nyamuk menghasilkan kista seukuran kacang kenari di tubuhnya,[75] sehingga Guevara menganggap masa itu sebagai "hari-hari paling menyakitkan semasa perang".[76]

Castagnera on Risk Management in Higher Education: Chamber of Commerce Kingpin says it's time to open...
Pada saat Guevara hidup bersembunyi di antara para petani subsisten miskin di pegunungan Sierra Maestra, ia mendapati bahwa di sana tidak ada sekolah dan listrik, fasilitas kesehatannya masih minim, dan lebih dari 40% orang dewasa buta huruf.[77] Saat perang berlanjut, Guevara menjadi tokoh yang penting di kalangan pemberontak dan berhasil "meyakinkan Castro dengan kecakapan, diplomasi, dan kesabaran".[5]Guevara mendirikan pabrik-pabrik untuk menghasilkan granat, membuat oven-oven untuk memanggang roti, mengajarkan taktik-taktik kepada orang-orang yang baru direkrut, dan menyelenggarakan sekolah-sekolah agar orang-orang yang buta huruf dapat membaca dan menulis.[5] Selain itu, Guevara mendirikan klinik-klinik kesehatan, lokakarya untuk mengajarkan taktik militer, dan sebuah surat kabar untuk menyebarkan informasi.[78] Pada masa itu pula, ia juga diangkat oleh Fidel Castro menjadi Comandante (komandan) barisan angkatan bersenjata kedua.[5]

Castro y 81 seguidores desembarcan en playa Las Coloradas, cerca de Manzanillo -oriente de Cuba-, y comienza la batalla contra las tropas de Fulgencio Batista.
Sebagai komandan kedua, Guevara merupakan orang yang sangat disiplin dan terkadang menembaki orang-orang yang membelot. Orang-orang yang meninggalkan tugas dianggap sebagai pengkhianat, dan Guevara mengirim regu-regu untuk melacak mereka yang telah lari.[79] Akibatnya, Guevara ditakuti akan kebrutalan dan kekejamannya.[80] Selama kampanye gerilya, Guevara juga bertanggung jawab atas penghukuman mati sejumlah orang yang dituduh sebagai informan, orang yang meninggalkan tugas, atau mata-mata.[81] Di dalam buku hariannya, Guevara menceritakan penghukuman mati Eutímio Guerra, seorang pemandu tentara dari kalangan petani yang mengaku telah berkhianat setelah diketahui bahwa ia dijanjikan sepuluh ribu peso dan berulang kali memberitahukan posisi para pemberontak untuk diserang oleh angkatan udara Kuba.[82]Informasi semacam itu juga memungkinkan tentara Batista untuk membakar rumah-rumah petani yang bersimpati kepada revolusi.[82] Setelah Guerra meminta agar mereka "mengakhiri hidupnya dengan cepat",[82]Che melangkah maju dan menembak kepalanya, dan ia lalu menulis bahwa "Keadaan tersebut sangat tidak mengenakkan bagi orang-orang dan bagi Eutimio sehingga aku mengakhiri masalah tersebut dengan menembaknya dengan pistol .32 di sisi kanan otaknya, dengan lubang di sisi kanan [lobus] temporal."[83] Seorang penulis biografi merasa bahwa gaya penulisannya yang menjelaskan fakta dan menggunakan istilah-istilah ilmiah menunjukkan bagaimana ia "sungguh terlepas dari kekerasan" pada masa perang tersebut.[83] Kemudian, Guevara menerbitkan sebuah catatan mengenai insiden tersebut, yang berjudul "Kematian Seorang Pengkhianat", dan di situ ia mengubah kisah Eutimio menjadi "perumpamaan revolusioner mengenai penebusan melalui pengorbanan".[83]

Che Guevara sedang menghisap sebuah pipa di pangkalan gerilyanya di Pegunungan Escambray
Meskipun cenderung keras dan banyak meminta, ia merasa bahwa seorang komandan juga berperan sebagai guru, dan ia menghibur pasukan-pasukannya saat sedang beristirahat dengan membacakan karya-karya Robert Louis StevensonCervantes, dan para penyair lirik Spanyol.[84] Selain itu, ia terinspirasi oleh prinsip "melek huruf tanpa batas" José Martí, sehingga ia berusaha memastikan agar para pemberontak meluangkan waktunya untuk mengajar para petani yang tak terdidik yang tinggal bersama mereka sebagai bagian dari "pertempuran melawan kebodohan".[77] Tomás Alba, yang berjuang di bawah komando Guevara, kelak menyatakan bahwa "Che dicintai, meskipun ia keras dan banyak meminta. Kami bersedia mengorbankan nyawa kami untuknya."[85]
Fidel Castro menganggap Guevara sebagai seorang pemimpin yang cerdas, berani, dan patut diteladani, dan Castro juga merasa bahwa Guevara "memiliki otoritas moral yang besar terhadap pasukannya".[86] Walaupun begitu, Castro menganggap Guevara terlalu banyak mengambil risiko, dan bahkan memiliki "kecenderungan nekat".[87] Letnan Guevara yang masih remaja, Joel Iglesias, mengisahkan tindakan-tindakan semacam itu dalam buku hariannya, tetapi ia menyatakan bahwa perilaku Guevara selama pertempuran bahkan membuat kagum musuhnya. Contohnya adalah ketika Iglesias terluka dalam pertempuran, ia melihat bahwa "Che berlari ke arahku, menerobos hujaman peluru, menggendongku di pundaknya, dan membawaku keluar dari sana. Para pasukan [lawan] tidak berani menembaknya ... kemudian mereka berkata kepadaku bahwa ia sungguh mengesankan mereka saat mereka melihatnya berlari dengan pistolnya yang ditenteng di sabuknya dan menghiraukan bahaya, [sehingga] mereka tidak berani menembak."[88]

Guevara berperan penting dalam mendirikan stasiun radio bawah tanah Radio Rebelde (Radio Pemberontak) pada Februari 1958, yang menyiarkan pernyataan-pernyataan Gerakan 26 Juli kepada rakyat Kuba dan memungkinkan komunikasi radiotelepon di antara sejumlah pemberontak yang tersebar di pulau tersebut. Guevara tampaknya terinspirasi dari kemujaraban radio yang disediakan oleh CIA di Guatemala pada masa pelengseran pemerintahan Jacobo Árbenz Guzmán.[89]

February 24, 1958: Radio Rebelde begins broadcasting in Cuba at the initiative of Che Guevara.
Untuk memadamkan pemberontakan, pasukan pemerintah Kuba mulai menghukum mati para pemberontak yang ditahan, dan secara berkala menangkapi, menyiksa, dan menembaki warga sipil sebagai bagian dari taktik intimidasi.[90] Pada Maret 1958, kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Batista membuat Amerika Serikat menghentikan penjualan senjata kepada pemerintahan Kuba.[78] Kemudian, pada akhir Juli 1958, Guevara memainkan peranan penting dalam Pertempuran Las Mercedes dengan menugaskan barisannya untuk menghalangi 1.500 pasukan yang dikerahkan oleh Jenderal Cantillo dalam upaya untuk mengepung dan menghancurkan pasukan Castro. Beberapa tahun kemudian, Mayor Larry Bockman dari Korps Marinir Amerika Serikatmenganggap taktik Che dalam pertempuran tersebut sebagai taktik yang "brilian".[91] Pada masa itu, Guevara juga telah menjadi "ahli" taktik dalam melakukan penyerangan dan kemudian mundur ke pedesaan sebelum tentara Batista dapat melakukan serangan balasan.[92]

Seusai Pertempuran Santa Clara, 1 Januari 1959
Ketika perang terus berlanjut, Guevara memimpin barisan pejuang baru yang dikerahkan ke barat untuk mendekati kota Havana. Pasukan tersebut berjalan kaki selama tujuh minggu dan hanya bergerak pada malam hari agar tidak disergap musuh, dan mereka seringkali tidak makan selama berhari-hari.[93] Pada hari-hari terakhir Desember 1958, tugas Guevara adalah membagi Kuba menjadi dua dengan merebut Provinsi Las Villas. Dalam waktu beberapa hari, ia berhasil memperoleh sejumlah "kemenangan taktis yang brilian", sehingga ia dapat menguasai seluruh provinsi tersebut kecuali ibu kotanya di Santa Clara.[93] Guevara kemudian mengirim "regu bunuh diri"-nya ke Santa Clara, tetapi mereka malah berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang.[94][95] Sebagai catatan, selama enam minggu sebelum Pertempuran Santa Clara, terdapat masa ketika pasukan Che dikepung di segala arah, kalah persenjataan, dan kalah jumlah 10:1. Walaupun begitu, Che masih dapat menang, sehingga beberapa pengamat menganggapnya sebagai "pencapaian yang luar biasa dalam peperangan modern".[96]
Radio Rebelde menyiarkan laporan pertama bahwa barisan Guevara telah mengambil alih Santa Clara pada Malam Tahun Baru 1958. Hal ini bertentangan dengan laporan dari media berita nasional yang sangat dikendalikan oleh pemerintah, yang sempat melaporkan bahwa Guevara tewas dalam pertempuran. Pada pukul tiga dini hari tanggal 1 Januari 1959, setelah mendengar kabar bahwa para jenderal sedang merundingkan perdamaian dengan Guevara, Fulgencio Batista menaiki sebuah pesawat di Havana dan melarikan diri ke Republik Dominika. Ia turut membawa "kekayaan yang jumlahnya melebihi $300.000.000 dari korupsi dan suap".[97] Pada hari berikutnya, Guevara memasuki kota Havana.[98] Fidel Castro butuh waktu enam hari untuk tiba di Havana, karena ia berhenti untuk menggalang dukungan di beberapa kota besar. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas yang ditimbulkan oleh revolusi ini tercatat sekitar 2.000 orang.[99]

IlPost - Roger Pic, Il Che, 1962 © Roger Pic Raccolta della fotografia, Galleria civica di Modena - Roger+Pic,+Il+Che,+1962+©+Roger+Pic+Raccolta+della+fotografia,+Galleria+civica+di+Modena
Pada pertengahan Januari 1959, Guevara menetap di sebuah vila musim panas di Tarará agar ia dapat memulihkan diri dari serangan asma beratnya.[100] Saat berada di sana, ia membentuk Grup Tarara, sebuah kelompok yang membahas dan menyusun rencana-rencana pembangunan ekonomi, politik, dan sosial Kuba.[101] Selain itu, Che mulai menulis bukunya yang berjudul Perang Gerilya saat masih berada di Tarara.[101] Pada bulan Februari, pemerintah revolusioner memproklamirkan Guevara sebagai "warga negara Kuba berdasarkan kelahiran" untuk mengakui jasa-jasanya selama revolusi.[102] Saat Hilda Gadea tiba di Kuba pada akhir bulan Januari, Guevara berkata kepadanya bahwa ia memiliki hubungan dengan wanita lain, sehingga keduanya bercerai,[103] dan perceraian tersebut diresmikan pada tanggal 22 Mei.[104] Pada tanggal 2 Juni 1959, ia menikahi Aleida March, seorang anggota gerakan 26 Juli kelahiran Kuba yang telah tinggal dengannya sejak akhir tahun 1958. Guevara kembali ke desa pinggir laut Tarara pada bulan Juni untuk berbulan madu dengan Aleida.[105] Guevara sendiri dikaruniai lima orang anak dari dua pernikahannya.[106]

Aprendamos de las invasiones por Playa Girón (Cuba) y Bengasi (Libia)

Penangkapan dan kematian[sunting | sunting sumber]

Tak ada orang yang lebih ditakuti oleh [CIA] ketimbang Che Guevara karena ia memiliki kapasitas dan karisma yang diperlukan untuk memimpin perjuangan melawan penindasan politik dari hierarki tradisional di negara-negara Amerika Latin.
— Philip Agee, agen CIA pada tahun 1957–1968, kemudian berbalik menjadi berpihak kepada Kuba[206]
Monumen Guevara di La Higuera.
Lokasi Vallegrande di Bolivia.
Félix Rodríguezorang Kuba di pengasingan yang menjadi agen Divisi Aktivitas Khusus CIA, memberikan nasihat kepada pasukan Bolivia dalam upaya untuk mencari Guevara di Bolivia.[207] Selain itu, film dokumenter dari tahun 2007 yang berjudul My Enemy's Enemymelayangkan tuduhan bahwa penjahat perang NaziKlaus Barbie, memberikan nasihat dan mungkin juga membantu CIA dalam penyusunan rencana penangkapan Guevara.[208]
Pada tanggal 7 Oktober 1967, seorang informan memberitahukan lokasi perkemahan Guevara di jurang Yuro kepada Pasukan Khusus Bolivia.[209] Pada pagi hari tanggal 8 Oktober, mereka mengepung kawasan tersebut dengan dua batalion yang berjumlah 1.800 tentara dan mereka pun bergerak ke jurang tersebut. Di tengah berkecamuknya pertempuran, Guevara terluka dan ditangkap saat memimpin sebuah detasemen bersama dengan Simeón Cuba Sarabia. Penulis biografi Che, Jon Lee Anderson, melaporkan catatan dari seorang sersan Bolivia yang bernama Bernardino Huanca: bahwa saat Rangers Bolivia mendekati Guevara, Guevara telah tertembak dua kali, dan pistolnya sudah tidak berguna lagi, sehingga ia menjatuhkan senjatanya sebagai tanda menyerah dan berteriak kepada para pasukan: "Jangan tembak! Aku adalah Che Guevara dan aku lebih berharga bagi kalian dalam keadaan hidup daripada mati."[210]
Guevara diikat dan dibawa ke sebuah bangunan sekolahan yang terbuat dari lumpur dan bobrok di dekat desa La Higuera pada sore hari tanggal 8 Oktober. Guevara menolak untuk diinterogasi oleh para perwira Bolivia dan hanya berbicara dengan suara yang pelan kepada para tentara Bolivia. Salah satu tentara Bolivia tersebut, yaitu seorang pilot helikopter bernama Jaime Nino de Guzman, menyatakan bahwa Che tampak "dalam keadaan buruk". Menurut Guzman, betis kanan Guevara tertembak, rambutnya kusut dan kotor, pakaiannya robek-robek, dan kakinya ditutupi dengan sarung kulit. Meskipun berpenampilan lesu, ia menyatakan bahwa "Che menegakkan kepalanya, melihat orang langsung di matanya, dan hanya meminta rokok." De Guzman menyatakan bahwa ia "merasa kasihan" dan memberikannya sekantong kecil tembakau untuk pipanya, dan Guevara kemudian tersenyum dan berterima kasih kepadanya.[211] Setelah itu, pada malam tanggal 8 Oktober, Guevara dengan tangan yang terikat berhasil menendang seorang perwira Bolivia yang bernama Kapten Espinosa setelah perwira tersebut mencoba mengambil pipa Guevara dari mulutnya sebagai cendera mata.[212] Guevara juga pernah meludahi wajah Laksamana Muda Bolivia Ugarteche, yang berusaha menginterogasi Guevara beberapa jam sebelum Guevara dihukum mati.[212]
Pada pagi berikutnya tanggal 9 Oktober, Guevara meminta dipertemukan dengan seorang guru wanita berusia 22 tahun di desa tersebut yang bernama Julia Cortez. Cortez kemudian menyatakan bahwa ia menganggap Guevara sebagai seorang "pria yang tampak ramah dengan pandangan sekilas yang lembut dan ironis", dan saat mereka saling berbicara ia "tak dapat menatap matanya" karena "tatapannya tak tertahankan, menusuk, dan begitu tenang".[212] Selama perbincangan mereka yang singkat, Guevara membahas soal kondisi sekolah yang buruk, dan ia mengatakan bahwa itikad untuk mendidik para pelajar dari golongan campesino di dalam sebuah bangunan dengan kondisi seperti itu merupakan hal yang "anti-pedagogi", sementara "para pejabat pemerintah mengemudikan mobil-mobil Mercedes", sehingga Guevara menegaskan bahwa "Hal itulah yang berusaha kami lawan".[212]
The day after his execution on October 10, 1967, Guevara's corpse was displayed to the world press in the laundry house of the Vallegrande hospital.

Pada hari yang sama, Presiden Bolivia René Barrientos memerintahkan agar Guevara dibunuh. Perintah tersebut dikirimkan oleh Félix Rodríguez kepada satuan yang menahan Guevara, meskipun pemerintah Amerika Serikat sebelumnya sudah meminta agar Guevara dibawa ke Panama untuk diinterogasi lebih lanjut.[213] Orang yang mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk menghabisi nyawa Guevara adalah Mario Terán, seorang sersan alkoholik berusia 27 tahun di angkatan darat Bolivia. Alasannya adalah untuk membalas kematian tiga temannya dari Kompi B beberapa hari sebelumnya selama pertempuran melawan kelompok gerilyawan Guevara.[6] Agar luka tembaknya sesuai dengan cerita yang telah dirangkai oleh pemerintah Bolivia untuk diumumkan kepada khalayak luas, Félix Rodríguez memerintahkan agar Terán tidak menembak kepala Guevara, tetapi ia harus mencoba membuat seolah-olah Guevara gugur dalam pertempuran.[214] Gary Prado, seorang kapten yang memimpin kompi yang berhasil menangkap Guevara, menyatakan bahwa alasan Barrientos memerintahkan penghukuman mati Guevara adalah agar Guevara tidak dapat lari dari penjara, dan juga karena proses pengadilan dirasa akan menimbulkan drama yang dapat merugikan pemerintah.[215]
Ernesto
Tiga puluh menit sebelum Guevara dibunuh, Félix Rodríguez berupaya untuk mencari tahu letak para gerilyawan lainnya yang masih buron, tetapi Guevara tetap bergeming. Rodríguez, yang dibantu oleh beberapa tentara Bolivia, membantu mengangkat Guevara dan membawanya ke luar gubuk untuk mengaraknya di hadapan para tentara Bolivia lainnya. Mereka lalu berfoto dan salah seorang tentara mengabadikan sebuah foto Rodríguez dan tentara-tentara lainnya yang berdiri di sebelah Guevara. Sesudah itu, Rodríguez memberitahu kepada Guevara bahwa ia akan dihukum mati. Tidak lama sesudahnya, Guevara ditanyai oleh salah satu tentara Bolivia yang menjaganya tentang apakah ia memikirkan tentang keabadiannya. "Tidak," jawabnya, "Aku berpikir tentang keabadian revolusi."[216] Beberapa menit kemudian, Sersan Terán masuk ke dalam gubuk tersebut untuk menembaknya, dan Guevara dikabarkan berdiri dan berkata: "Aku tahu kau datang untuk membunuhku. Tembak, pengecut! Kau hanya akan membunuh satu orang." Terán sempat ragu, dan kemudian mengarahkan pistol karbin M2 miliknya[217] dan menembakkannya. Tembakan tersebut mengenai Guevara di bagian lengan dan tungkainya.[218] Kemudian, saat Guevara menggeliat kesakitan (dan tampaknya ia menggigit salah satu pergelangan tangannya agar tidak menjerit kesakitan), Terán menembak lagi, dan tembakan ini mengakibatkan luka fatal di dadanya. Guevara dinyatakan tewas pada pukul 13.10 waktu setempat menurut Rodríguez.[218] Secara keseluruhan, Guevara ditembak sembilan kali oleh Terán, termasuk lima tembakan di tungkainya, satu di pundak dan lengan kanannya, dan satu di dada dan tenggorokannya.[212]
Berbulan-bulan sebelumnya, selama deklarasi publik terakhirnya di Konferensi Tiga Benua,[172] Guevara sudah menulis orasi pemakamannya sendiri: "Di manapun kematian dapat mengejutkan kita, mari kita sambut, asalkan seruan perjuangan kita mungkin telah didengar oleh beberapa telinga yang mau mendengar dan tangan lain dapat diulurkan untuk memegang senjata kita."[219]

Pasca-eksekusi dan peringatan[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 10 Oktober 1967, satu hari setelah Guevara dihukum mati, jenazahnya diperlihatkan kepada pers dunia di binatu rumah sakit Vallegrande. (foto karya Freddy Alborta)
    Camera-photo.svg    Wajah     Sepatu
Setelah dihukum mati, jenazah Guevara diangkut ke dalam sebuah helikopter dan diterbangkan ke Vallegrande. Di situ foto-foto jenazah Che diabadikan di dalam binatu Nuestra Señora de Malta.[220] Beberapa saksi mata dipanggil untuk memastikan identitasnya, salah satunya adalah jurnalis Inggris Richard Gott, satu-satunya saksi mata di dalam ruangan tersebut yang pernah bertemu Guevara saat ia masih hidup. Jenazahnya diperlihatkan kepada umum, dan ratusan warga setempat lalu berjalan melewati jenazahnya. Banyak yang menganggap jenazah Guevara memiliki wajah yang "mirip Kristus", dan beberapa orang bahkan diam-diam memotong rambutnya karena dianggap sebagai pusaka ilahi.[221] Perbandingan semacam itu juga dibuat oleh kritikus seni Inggris John Berger dua minggu kemudian saat sedang melihat foto-foto post-mortem Guevara; foto-foto tersebut mengingatkannya kepada dua lukisan terkenal, yaitu Pelajaran Anatomi Dr. Nicolaes Tulp karya Rembrandt dan Peratapan Jenazah Yesus karya Andrea Mantegna.[222] Sementara itu, terdapat empat koresponden yang hadir saat jenazah Guevara didatangkan ke Vallegrande, termasuk Björn Kumm dari harian Swedia, Aftonbladet, yang melaporkan momen tersebut pada tanggal 11 November 1967 khusus untuk The New Republic.[223]
Sebuah memorandum tertanggal 11 Oktober 1967 yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson dari Penasihat Keamanan Nasional-nya, Walt Whitman Rostow, menyebut keputusan untuk membunuh Guevara sebagai keputusan yang "bodoh", tetapi "dapat dipahami dari sudut pandang Bolivia".[224] Sementara itu, Rodríguez telah mengambil beberapa barang pribadi Guevara, termasuk sebuah arloji yang kemudian ia kenakan selama bertahun-tahun dan seringkali dipamerkan kepada para wartawan.[225] Setelah dokter militer mengamputasi tangan Guevara, para perwira militer Bolivia memindahkan jasad Guevara ke sebuah tempat rahasia dan menolak memberitahu apakah jasadnya sudah dikuburkan atau dikremasi. Kedua tangannya dikirim ke Buenos Aires untuk proses identifikasi sidik jari. Kedua tangan Guevara lalu dikirim ke Kuba.[226]
Plaza de la Revolución, di Havana, Kuba. Di samping gedung Kementerian Dalam Negeri yang pernah menjadi tempat kerja Guevara, terdapat struktur besi setinggi lima lantai yang menggambarkan wajahnya. Di bawah gambarnya terdapat semboyan Guevara dalam bahasa Spanyol: "Hasta la Victoria Siempre" (Terus Hingga Menang).
Pada tanggal 15 Oktober, Fidel Castro secara terbuka mengakui bahwa Guevara telah wafat dan memproklamirkan masa berkabung selama tiga hari di seluruh Kuba.[227]Kemudian, pada tanggal 18 Oktober, Castro membahas tentang sifat Guevara sebagai seorang revolusioner di hadapan satu juta orang yang berkabung di Plaza de la Revolución, Havana.[228] Fidel Castro menutup pidatonya dengan berkata:
Jika kita ingin mengungkapkan apa yang kita harapkan dari generasi mendatang, kita harus berkata: Biarkan mereka menjadi seperti Che! Jika kita ingin mengatakan bagaimana kita ingin anak-anak kita dididik, kita harus berkata tanpa keraguan: Kita ingin mereka dididik dengan semangat Che! Jika kita menginginkan teladan seorang manusia, yang bukan tergolong ke dalam masa kini tetapi untuk masa mendatang, aku berkata dari lubuk hatiku yang terdalam bahwa teladan semacam itu, tanpa cela sedikitpun pada perilakunya, tanpa cela sedikitpun pada tindakannya, adalah Che![229]
Barang-barang Guevara lain yang disita meliputi buku harian berisi 30.000 kata, sebuah kumpulan puisi pribadinya, dan sebuah cerita pendek yang ia karang tentang seorang gerilyawan komunis muda yang belajar bagaimana melawan rasa takut.[230] Buku hariannya mendokumentasikan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama kampanye gerilya di Bolivia,[231] dengan entri pertama pada tanggal 7 November 1966, tak lama setelah ia tiba di sebuah peternakan di Ñancahuazú, dan yang terakhir tertanggal 7 Oktober 1967, sehari sebelum penangkapannya. Buku harian tersebut mengisahkan bagaimana para gerilyawan terpaksa memulai operasi secara dini karena keberadaan mereka telah diketahui oleh Angkatan Darat Bolivia, sehingga menjelaskan keputusan Guevara untuk membagi pasukannya menjadi dua satuan yang kemudian terpencar. Buku harian tersebut juga mencatat perpecahan antara Guevara dengan Partai Komunis Bolivia yang membuat Guevara memiliki pasukan yang jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan. Selain itu, buku harian ini menunjukkan bahwa Guevara mengalami kesulitan dalam merekrut penduduk setempat, salah satunya karena kelompok gerilyanya telah mempelajari bahasa Quechua dan tak menyadari bahwa bahasa yang dituturkan di daerah operasi mereka sebenarnya adalah bahasa Tupí–Guaraní.[232] Menjelang akhir kampanye, Guevara menjadi semakin sakit. Ia mengidap asma yang terus memburuk, dan sebagian besar serangan terakhirnya dilakukan dalam upaya untuk mencari obat-obatan.[233] Buku harian Guevara di Bolivia dengan segera diterjemahkan dan disebarkan oleh majalah Ramparts dan diedarkan ke seluruh dunia.[234]
Ernesto Che Guevara - in images and words……: Capture and Death
Intelektual Prancis Régis Debray, yang ditangkap pada April 1967 bersama dengan Guevara di Bolivia, bersedia untuk diwawancara di penjara pada Agustus 1968, dan di situ ia menjelaskan soal kondisi di balik penangkapan Guevara. Debray, yang belum lama tinggal dengan kelompok gerilyawan Guevara, berkata bahwa menurutnya mereka adalah "korban-korban hutan" dan kemudian "dimakan oleh hutan".[235] Debray menjelaskan keadaan ketika pasukan Guevara mengalami gizi buruk, kekurangan air, tidak memiliki sepatu, dan hanya mempunyai enam selimut untuk 22 orang. Debray menjelaskan bahwa Guevara dan yang lainnya terserang sebuah "penyakit" yang menyebabkan tangan dan kaki mereka membengkak seperti "gumpalan daging" sehingga jari-jari di tangan mereka tak dapat lagi dikenali. Walaupun begitu, Debray merasa bahwa Guevara tetap "optimis dengan masa depan Amerika Latin", dan menyatakan bahwa Guevara "siap mati karena ia tahu bahwa kematiannya akan menjadi semacam kelahiran kembali", terutama mengingat bahwa Guevara menganggap kematian "sebagai janji kelahiran kembali" dan "ritual pembaharuan".[235]
Untuk hal-hal tertentu, keyakinan Guevara tentang kebangkitan secara metaforis pada akhirnya menjadi kenyataan. Saat gambar-gambar jenazah Guevara beredar dan latar belakang kematiannya diperdebatkan, legenda Che mulai tersebar. Demonstrasi yang menentang "pembunuhan"nya diadakan di berbagai belahan dunia, dan artikel-artikel dan puisi-puisi mengenai kehidupan dan kematiannya pun dirangkai.[236] Pawai-pawai dukungan terhadap Guevara diadakan dari "Meksiko sampai SantiagoAljazair sampai Angola, dan Kairo sampai Kalkuta".[237]  Penduduk Budapest dan Praha menyalakan lilin-lilin untuk menghormati kepergian Guevara, dan gambar Che yang sedang tersenyum muncul di London dan Paris.[238] Beberapa bulan kemudian, kerusuhan terjadi di BerlinPrancis, dan Chicago, dan ketika hal tersebut turut menyebar ke kampus-kampus Amerika, pria dan wanita muda mengenakan baju Che Guevara dan membawa gambar-gambarnya. Menurut pandangan sejarawan militer Erik Durschmied, selama puncak protes pada tahun 1968, "Che Guevara tidaklah mati. Ia sungguh sangat hidup."[239]
Che GUEVARA in CUBA, 1964 CUBA. Havana. Fidel Castro (facing camera, to the left). 1964.

Tuesday, June 25, 2019

MISTIS,KOTA SARANJANA

Mistis, Kota Gaib SARANJANA

Related image
















Cerita gaib selalu menarik untuk disimak, entah benar atau tidak, sisi mistis, misteri yang belum terungkap memancing orang untuk mengetahui, termasuk cerita tentang Kota Gaib Saranjana.

Saranjana disebut-sebut sebagai kota gaib yang secara administratif (di dunia nyata) masuk Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

What role do Dragons play in your WIP? Extinct? Mythological? Mysteriously Absent? There's so much lore built into these mythical beasts...the possibilities are nearly endless! Don't worry, MoKD will be exploring those possibilities soon enough ;)


Namun, letak pastinya hingga kini tidak diketahui selain letaknya ada di Pulau Halimun yang sering dikenal Pulau Laut, dimana ibu kota Kabupaten Kotabaru bertempat.
Cerita tentang Saranjana ini melegenda karena ada beberapa hal ghaib yang beredar dari mulut ke mulut tentang Kota Saranjana dan makhluk tak kasat mata penghuninya.
Saranjana konon adalah kerajaan atau kota besar alam gaib, letaknya di bagian selatan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.

Banyak warga lokal dan luar daerah yang mempercayainya, tidak sedikit yang mengaku pernah masuk ke kotanya namun  pembuktian secara ilmiah memang belum ada, hanya cerita dari mulut ke mulut.

Berikut ini kisah-kisah misterius tentang Kota Saranjana yang sudah beredar luas.

Image result for KOTA SARANJANA

1. Alat berat tak ada pemiliknya
Ini mungkin kisah yang paling sering didengar dan beredar di kalangan masyarakat tentang Saranjana.
Disebutkan pada 1980-an, ada pemerintah setempat dikagetkan oleh kedatangan sejumlah alat berat pesanan dari Jakarta.
Semua alat berat dengan nilai sangat mahal itu dipesan seseorang dengan alamat Kota Saranjana dan telah dibayar lunas.
Padahal, Kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di Kabupaten Kotabaru.
Cerita ini melegenda dari mulut ke mulut hingga sekarang.

Related image

2. Dihuni makhluk astral
Konon, Kota Saranjana dihuni makhluk astral atau tak kasat mata, berupa jin muslim.
Namun ada pula yang mengatakan, Kota Saranjana dihuni manusia namun yang telah menggaib.
Kabar yang beredar dari mereka yang pernah masuk ke kota itu, kotanya sangat maju dengan jalan raya yang lebar, gedung perumahan yang megah dengan pagar rumah tinggi.
Sistem pemerintahannya kerajaaan, mayoritas penduduknya beragama Islam.

Image result for KOTA SARANJANA

3. Buah raksasa 
Dari carita yang beredar, buah-buah yang tumbuh di kota Saranjana ukurannya besar dan berkali lipat dari di alam nyata.
Jenis buahnya sama dengan di alam manusia, tapi ukurannya yang raksasa.
Jika buah itu dibawa ke alam nyata, ukurannya berubah menjadi ukuran normal.

Related image

4. Penduduknya cantik dan gagah
Kabarnya, penduduk Kota Saranjana secara fisik sama dengan manusia.
Namun mereka semua secara fisik lebih cantik untuk perempuan dan prianya gagah.
Mereka juga semua ramah-ramah dan bahasa yang digunakan untuk percakapan adalah Bahasa Banjar.
Katanya, jika manusia masuk ke Kota Saranjana tidak ingin pulang lagi ke alam nyata karena takjub dengan kotanya.

Image result for KOTA cantik malam

5. Terdengar suara di malam hari
Pada malam hari, di sekitar Gunung Saranjana, bila memang ditakdirkan bisa mendengar suara-suara dari Kota Saranjana.
Bisa terdengar suara alunan musik, atau kendaran yang lalu lalang.
Bahkan ada cerita mobil-mobil mewah pesanan warga Saranjana dari Surabaya, tapi tidak tahu asal pemilik atau pemesannya.
Begitu pula kisah lain tentang kapal ferry yang mengangkut banyak penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru, namun begitu merapat ke Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak sepi.
Katanya disebut-sebut sebagai orang-orang dari Kota Saranjana.
Walalhualam, kisah dari mulut ke mulut ini merupakan mitos yang berkembang di masayrakat, namun belum bisa dibuktikan.

Image result for KOTA SARANJANA

Tuesday, June 18, 2019

Disleksia


12 Cara Mengatasi Disleksia Terbaik untuk Anak dan Dewasa





Disleksia merupakan gangguan dari proses belajar yakni seseorang mengalami masalah atau kesulitan dalam membaca, mengeja dan juga menulis sehingga penderita akan kesulitan saat mengidentifikasi kata yang akan diucapkan dan harus diubah menjadi bentuk huruf dan kalimat. Ada banyak cara mengatasi disleksia yang bisa dilakukan seperti contohnya latihan multisensorik yakni cara mengajar dengan melibatkan lebih dari satu indra dalm waktu yang bersamaan.

Untuk penderita disleksia kemungkinan akan merasa sulit untuk memperhatikan segala detail dalam kosakata baru khususnya jika terdapat ejaan tidak biasa dalam kata tersebut. Untuk lebih lengkapnya tentang bagaimana cara mengatasi disleksia bisa dilihat dalam ulasan lengkap kami berikut ini.
  1. Belajar Detail
Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi disleksia adalah mengajarkan atau belajar dimulai dari satu kata seperti contoh “beruang” dengan cara membacakan kata tersebut dengan keras dan jelas. Setelah itu, minta penderita disleksia untuk mengeja huruf yang membentuk kata tersebut. Ajukan pertanyaan huruf hidup apa saja yang terlihat, huruf apa yang dilihat sejak awal, tengah dan juga bagian akhir kata tersebut. Ini akan sangat membantu agar penderita disleksia bisa menganalisa kosakata itu dengan lebih rinci dan jelas.
  1. Memakai Kacamata Prisma
Kacamata prisma merupakan kacamata yang secara khusus dibuat dokter mata dengan fungsi untuk mengatasi masalah penglihatan penderita disleksia. Penggunaan kacamata ini harus dilakukan dibawah pengawasan dan tidak boleh digunakan pada saat belajar membaca sebab akan menimbulkan efek negatif jika digunakan dalam waktu yang lama.
  1. Terapi Integrasi Sensori
Disleksia yang memiliki gangguan dalam proses sensori atau penginderaan seperti kelainan yang terjadi pada mata memerlukan terapi ini. Terapi ini sangat baik diberikan untuk menjadi pondasi membantu penderita disleksia khususnya anak anak dalam memperbaiki masalah integrasi sensori. Dalam terapi ini, anak anak akan menjelaskan tentang kesulitan yang ia alami dan selanjutnya akan dibangun sebuah strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai contoh, jika penderita disleksia terganggu dengan suara bising sebab hipersensitif terhadap pendengaran, maka akan diajarkan cara mengatasi hal tersebut. Strategi ini akan diterapkan dalam keseharian hidupnya supaya bisa melekat dan terbiasa yang nantinya akan melekat menjadi bagian dari dirinya.
  1. Terapi Orthopaedagogy
Terapi ini digunakan untuk memperbaiki kemampuan belajat dan terdapat pengajaran tentang 12 sikap belajar yang akan dilakukan yakni ketelitian, konsentrasi, ketelitian, tempo, belajar atau kerja, kemandirian, percaya diri, respons instruksi, kooperatif, respons pertanyaan, komunikatif, cara meningkatkan daya ingat dan memori, pemecahan masalah dan juga daya juang.
  1. Metode Multi Sensory
Ini merupakan metode integritas yang digunakan untuk anak disleksia. Anak anak dengan disleksia akan diajari tentang cara mengeja yang melibatkan kemampuan memori visual atau penglihatan, pendengaran dan juga sentuhan. Cara ini sangat baik dilakukan untuk mengaitkan antara pendengaran, sentuhan dan penglihatan sehingga huruf huruf bisa diingat dalam otak anak dengan lebih mudah.
  1. Membangun Rasa Percaya Diri
Orang dengan disleksia bukanlah orang yang bodoh atau terbelakang untuk melakukan segala sesuatu. Hal yang perlu dilakukan adalah membantu penderita untuk membangun rasa percaya diri sehingga tidak pesimis untuk menemukan apa yang menjadi keunggulan dirinya. Apabila diperlukan, kenalkan juga dengan beberapa tokoh hebat yang juga memiliki masalah disleksia seperti Einstein, Leonardo Da Vinci, Sebastian Basch, Tom Cruise dan masih banyak lagi yang lainnya.
  1. Konsultasi Dengan Psikologi
Disleksia juga harus mendapatkan penanganan khusus yakni dari seorang psikolog atau terapis khusus untuk disleksia. Psikolog atau terapis disleksia biasanya akan memberikan terapi untuk meningkatkan kemahran berpikir, sosial dan juga linguistik. Selain itu, berkonsultasi dengan psikolog juga akan meningkatkan keterampilan dalam membaca dan menulis dan apabila dilakukan dengan rutin, maka anak anak dengan disleksia akan bisa membaca seperti anak lain pada umumnya.
  1. Terapi Otak
Sampai saat ini, gangguan disleksia masih menjadi hal yang misteri untuk dunia medis sehingga belum ada pengobatan pasti yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan disleksia. Cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi hal ini adalah dengan terapi otak  yang dikatakan terbukti untuk mengatasi gangguan disleksia ini. Terapi otak disleksia ini menggunakan teknologi gelombang otak yakni dengan cara memberikan stimulasi ke otak memakai gelombang frekuensi tertentu. Stimulasi otak ini akan membuat otak memproduksi hormon yang bisa menciptakan perasaan nyaman dan rileks saat belajar, membaca, menulis dan menghitung. Orang yang menjalankan terapi ini dikatakan memperoleh perubahan setelah melakukan terapi otak ini dengan rutin.
  1. Memakai Bantuan Gambar
Untuk mengatasi disleksia pada anak anak bisa dilakukan dengan mencetak beberapa huruf yang ditambahkan dengan ilustrasi seperti menambahkan 2 buah mata diatas huruf “U” sehingga seperti gambar orang tersenyum. Dengan mengasosiasikan kata bergambar tersebut, maka akan membantu anak untuk membaca dengan cepat dan lancar serta lebih mudah. Cara ini juga sangat baik dilakukan sebagai cara menghilangkan stres belajarkhususnya untuk anak disleksia.
  1. Membuat Dinding Kosakata
Untuk kata kata yang sering dipakai dalam sebuah kalimat utuh seperti contohnya “saya”, “ke”, “di” dan sebagainya bisa dicetak dalam bentuk kata yang besar dengan warna warna cerah dan tempelkan alfabetik tersebut pada dinding kamar. Cara ini akan membuat anak secara otomatis bisa mengenali kosakata sehingga jadi lebih mudah tanggap dan membaca dengan lebih lancar. Dinding kosakata tersebut akan memberikan paparan lebih untuk beberapa kosakata penting sehingga sangat membantu dalam aktivitas membaca dan menulis anak disleksia.
  1. Menggunakan Huruf Balok
Menyusun kata dengan menggunakan balok mainan berwarna warni berbentuk huruf juga sangat membantu anak dalam menghubungkan suara dengan huruf. Agar latihan anak disleksia bisa lebih ditingkatkan, maka bisa mengkategorikan warna berbeda untuk kelompok huruf hidup dan untuk konsonan dengan warna merah atau biru sebagai contoh.
  1. Menulis di Udara
Menulis di udara akan lebih memperkuat antara hubungan suara dengan setiap huruf melalui memori otot. Hal ini juga sangat membantu memperkuat anak untuk membedakan bentuk huruf yang agak membingungkan khususnya untuk penderita disleksia seperti contohnya “b” dengan “d” dan sebagainya. Ajari anak untuk memakai dua jari yakni telunjuk dan jari tengah untuk membuat huruf imajinasi di udara sambil tetap menjaga siku dan pergelangan tangan agar tetap lururs.
Setiap ia membuat 1 huruf di udara, minta anak untuk mengeja bunyi dari huruf tersebut dengan keras. Aktivitas ini diketahui ampuh dalam membantu anak dalam membayangkan bentuk huruf yang ditulisnya. Bahkan bisa juga ditambahkan dengan improvisasi seperti meminta anak untuk menuliskan huruf dengan warna tertentu seperti merah untuk huruf “b” dan hijau untuk huruf “d”. Ini merupakan cara meningkatkan daya ingat dan konsentrasi belajar terbaik yang bisa dilakukan untuk anak disleksia.
Demikian beberapa cara mengatasi disleksia yang bisa dilakukan yakni dengan menggunakan tenaga ahli seperti psikolog dan juga bisa dilakukan sendiri di rumah dengan beberapa alat bantu dan metode. Semoga beberapa cara ini bisa membantu anak atau orang dewasa yang menderita disleksia supaya bisa semakin baik dalam menulis, membaca dan mendengarkan.

Disleksia adalah jenis gangguan belajar

Apa saja manfaat membaca untuk anak? Banyak sekali. Membaca dapat membantu anak untuk memahami suatu hal, memperkaya kemampuan berbahasa dan menulis, serta merangsang imajinasi anak. Namun, bagi anak disleksia untuk mendapatkan manfaat ini perlu usaha yang sangat keras. Kenapa?
Disleksia adalah salah satu jenis penyakit mental pada anak-anak, yang dikenal juga dengan gangguan belajar. Kondisi ini membuat anak kesulitan untuk membaca, menulis, mengeja, atau berbicara dengan jelas.
agar anak suka baca buku
Contohnya saat membaca, indra penglihatan akan mengirimkan sinyal dari gambar atau huruf yang mereka lihat dan dengar ke sistem saraf pusat, yaitu otak. Kemudian, otak akan menghubungkan huruf-huruf atau gambar tersebut dalam urutan yang benar hingga terbentuk menjadi kata, kalimat, atau paragraf yang dapat kita baca dan pahami.
Namun, anak dengan penyakit disleksia mengalami kesulitan untuk mencocokkan huruf dan gambar tersebut. Mereka akan kesulitan untuk memahami bacaan atau gambar yang dilihatnya sehingga untuk mempelajari hal selanjutnya akan jadi lebih sulit.

Apa penyebab penyakit disleksia?

dibius saat hamil
Penyebab disleksia tidak diketahui secara pasti. Namun, peneliti sepakat bahwa secara garis besar penyebab penyakit disleksia terbagi menjadi dua, yaitu:
  • Genetik. Penyebab disleksia adalah cacat pada gen DCD2, ini yang paling umum. Biasanya kondisi ini diwariskan dari anggota keluarga. Kondisi yang ditandai dengan tidak berfungsinya cerebrum, yaitu bagian otak yang mengatur aktivitas berpikir dan bergerak.
  • Cedera atau kondisi lainnya. Selain faktor keturunan, penyebab disleksia adalah gangguan yang dialami anak setelah mereka dilahirkan seperti cedera otak, stroke, atau trauma lainnya.
Penyakit gangguan belajar ini juga bisa dipengaruhi oleh latar belakang etnis seseorang, terutama penggunaan bahasa. Setiap negara memiliki aturan tata bahasa, bagaimana suatu kata ditulis atau dibunyikan.
Orang dengan gangguan belajar ini mungkin akan lebih sulit untuk mempelajari bahasa Inggris, kenapa? Bahasa ini memiliki cara penulisan dan cara baca huruf yang biasanya berbeda. Contohnya, kata satu ditulis “one” tapi dibaca menjadi “wan“.
Disleksia sangat umum terjadi. Gangguan belajar ini hampir memengaruhi 20 persen populasi jumlah penduduk dan menjadi 80-90 persen penyebab dari ketidakmampuan anak dalam belajar. Anak-anak dengan kondisi ini memiliki penglihatan yang normal. Namun saat proses belajar, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami apa yang dipelajari dibanding anak normal lainnya.

Apakah penyakit disleksia bisa disembuhkan?

anak kesulitan belajar
Disleksia adalah masalah yang umum muncul pada usia anak-anak, tapi akan terus dialami hingga usia dewasa. Bahkan, banyak orang dewasa yang tidak menyadari mereka mengidap penyakit ini.
Gangguan belajar ini tidak dapat disembuhkan. Seseorang akan tetap memilikinya seriring dengan bertambahnya usia. Namun, dengan perawatan dan dukungan yang tepat, anak disleksia tetap bisa berkarya dan menjadi orang yang sukses saat dewasa seperti anak lainnya.

Apa saja tipe penyakit disleksia?

belajar bahasa asing sebagai terapi untuk anak autisme
Gangguan belajar dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis yang sering digunakan untuk menggambarkan penyakit disleksia adalah:
  • Fonological dyslexia: kesulitan untuk menguraikan atau mengeja sebuah kata menjadi susunan huruf. Orang dengan disleksia tipe ini sulit untuk menuliskan kata-kata yang didengar. Jenis ini juga dikenal dengan disleksia disfonetik atau disleksia pendengaran.
  • Surface dyslexia: kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengenali kata demi kata sehingga kata-kata sulit diingat dan dipelajari. Jenis gangguan belajar ini disebut juta dengan disleksia visual atau dyseidectic dyslexia.
  • Rapid naming deficit: kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menyebutkan angka maupun huruf yang dilihat.
  • Double deficit dyslexia: kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk memisahkan suara untuk menyebutkan huruf dan angka.
  • Visual dyslexia: kondisi yang ditandai kesulitan untuk memaknai kata yang dilihat.

Tanda dan gejala umum orang yang memiliki disleksia

manfaat baca buku untuk anak
Untuk mengetahui apakah anak atau seseorang mengidap gangguan belajar ini, Anda perlu mengenali seperti apa tanda dan gejalanya. Semua itu bisa terjadi pada usia berapa pun, tapi cenderung muncul pada masa anak-anak. Tanda dan gejala anak disleksia adalah:

1. Kesulitan belajar membaca

Banyak anak disleksia yang memiliki kecerdasan normal seperti anak lainnya. Namun, mereka kerap kali terlihat berusaha keras untuk belajar membaca. Seperti lebih lama untuk mempelajari huruf, sulit untuk mengucapkan atau menerka huruf atau angka, atau terbalik memosisikan mainan huruf.
Untungnya, ini bisa diatasi dengan pengajaran yang tepat dan dukungan dari orang-orang di sekeliling anak atau orang dengan disleksia.

2. Kemampuan berbicara yang sangat lambat

Anak dengan gangguan belajar mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar berbicara. Mereka sering salah mengucapkan kata-kata atau kesulitan untuk membedakan bunyi kata yang berbeda.
Walaupun mereka sudah belajar mengenali huruf, kemungkinan besar ia akan lupa dengan pelajaran yang sebelumnya yang sudah dipelajari.

3. Milestone tercapai lebih lama

Anak disleksia dapat belajar merangkak, berjalan, berbicara, atau mengendarai sepeda seperti biasa, tetapi lebih lambat daripada anak lain seusianya.

4. Mengalami kesulitan koordinasi

Anak disleksia mungkin akan terlihat lebih lemah dibanding teman sebanya. Mereka kadang kesulitan untuk menangkap bola, akibat koordinasi mata dengan tangan yang kurang baik. Jika koordinasi anak memang sangat buruk, kemungkinan anak memiliki kondisi lain seperti dispraksia.

5. Sulit konsentrasi dan mudah sakit

Anak-anak dengan gangguan belajar ini biasanya sulit untuk konsentrasi pada suatu hal. Kondisi ini mempersulit proses belajar dan memahami sesuatu. Selain itu, anak disleksia juga lebih mungkin terkena masalah sistem imun, seperti mudah sekali demam, memiliki alergi, eksim, atau asma.

Ciri-ciri disleksia berdasarkan usia

melatih kemampuan membaca balita
Tanda-tanda disleksia sulit dikenali sebelum anak masuk sekolah. Begitu anak mencapai usia sekolah, guru anak Anda mungkin akan menyadari adanya masalah pada anak. Keparahan kondisi berbeda pada setiap anak, tetapi kondisinya akan menjadi lebih jelas saat anak sudah mulai belajar membaca.
Jika gangguan belajar terjadi pada anak yang belum sekolah atau usia balita, kemungkinan tanda-tanda disleksia adalah:
  • Agak susah melafalkan sesuatu
  • Lambat berbicara
  • Sulit mengingat hal-hal dari film atau sesuatu yang ia sukai
  • Mengalami kesulitan untuk belajar huruf-huruf dasar (alfabet), sulit membedakan atau mengenali warna
  • Sulit membedakan kata-kata yang serupa, atau bahkan huruf yang serupa (seperti b dan d)
Jika gangguan belajar terjadi pada anak usia sekolah, kemungkinan tanda-tanda disleksia adalah:
  • Sulit mengingat nomor yang lebih dari satu angka
  • Anak akan sulit membaca, mengeja, dan menulis
  • Anak akan mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa asing
  • Sulit mengikuti arah; kanan maupun kiri
  • Bila mengerjakan sesuatu, khususnya PR, akan kurang rapi tulisan atau polanya
  • Sulit untuk menemukan kata untuk menjawab pertanyaan orang lain
  • Sulit membedakan huruf atau kata
Jika gangguan belajar terjadi pada remaja atau orang yang lebih dewasa, kemungkinan tanda-tanda disleksia adalah:
  • Kesulitan untuk mengucapkan apa yang dibaca
  • Sering salah mengucapkan nama atau kata-kata, menggunakan kata yang kurang tepat
  • Kesulitan memahami sebuah tulisan atau cerita
  • Kesulitan untuk meringkas cerita
  • Kesulitan untuk belajar bahasa asing
  • Kesulitan untuk menghafal
  • Kesulitan untuk menceritakan kembali suau kisah atau kejadian

Siapa saja yang berisiko dengan kondisi ini?

ibu hamil merokok, cucu autisme
Kondisi mental ini bisa terjadi pada siapa saja. Namun, lebih berisiko terjadi pada orang-orang dengan kondisi berikut ini:
  • Memiliki anggota keluaraga dengan penyakit gangguan belajar
  • Bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Selama di dalam kandungan, janin terpapar dengan nikotin, obat-obatan, alkohol, atau infeksi yang memengaruhi perkembangan otaknya
  • Kelainan pada struktur otak yang berperan dalam kegiatan mengolah kata dan proses berpikir

Apa saja yang kemungkinan terburuk yang harus dihadapi anak disleksia?

mengurangi stres pada anak remaja
Disleksia sering kali luput dari pengawasan orangtua. Bahkan, ada yang tidak menyadari memiliki penyakit ini, hingga usia dewasa. Perlu Anda ketahui bahwa orang dengan kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah masalah, seperti:
  • Proses belajar yang bermasalah. Membaca dan menulis adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai seseorang. Bukan hanya untuk belajar saja, tapi juga penting untuk kehidupan dewasa nanti. Anak juga bisa tidak naik kelas karena tertinggal banyak pelajaran. Ketika dewasa, pekerjaan yang bisa dilakukan pun terbatas.
  • Masalah sosial. Tanpa perawatan, kondisi ini bisa membuat anak jadi minder dengan teman-temannya. Selain itu, anak akan cenderung menarik diri dari lingkungan, memiliki masalah dalam berperilaku, cemas, dan lebih agresif.
  • Kesehatan mental jadi lebih buruk. Anak dengan kondisi ini berisiko lebih tinggi mengalami gangguan ADHD. Bila sudah memiliki kondisi ini yang perhatian dan perilaku hiperaktif yang sulit dikontrol membuat disleksia semakin sulit untuk diatasi.

Apakah perlu ke dokter?

membantu belajar anak disleksia
Belajar mengenal huruf, membaca, mengeja, menulis, dan merangkai kata biasanya sudah dipelajari oleh anak-anak prasekolah. Kemampuannya akan semakin terasah setelah memasuki sekolah dasar. Jika Anda melihat tanda-tanda anak tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik, belum tentu itu menjadi pertanda anak memiliki gangguan belajar.
Akan tetapi, pada umumnya anak dengan kondisi ini biasanya tidak dapat memahami dasar-dasar dari pelajaran yang seharusnya dimengerti oleh anak seusianya. Konsultasikan dengan dokter atau psikolog, jika Anda merasa khawatir dengan kondisi anak.

Bagaimana penyakit disleksia didiagnosis?

periksa dokter anak diagnosis
Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat terkait penyakit disleksia pada anak, Anda harus mendatangi sekolah dan menanyakan perkembangan belajar anak di sekolah. Selain itu, ada beberapa tes yang harus anak lakukan, seperti:
  • Meninjau kembali riwayat penyakit kemungkinan ada pada keluarga
  • Tes kemampuan berbicara; tanya jawab atau menceritakan kembali sebuah kejadian
  • Tes pengenalan huruf, kata, atau angka
  • Tes pemahaman makna kata dan isi bacaan
  • Tes mengeja kata dan menulis kata
Selama proses penilaian, pemeriksa harus mengesampingkan kondisi atau penyebab lain yang membuat anak mengalami kesulitan dalam belajar, seperti masalah penglihatan, gangguan pendengaran, atau kurang jelasnya intrusksi saat tes dilakukan.
Jadi, tes lain juga perlu dilakukan oleh anak, seperti tes kesehatan otak dan tes psikologi. Hal ini membantu dokter untuk mengetahui bagaimana kondisi dan fungsi otak anak sekaligus untuk memahami kesehatan mental anak.

Apa yang harus orangtua lakukan jika memiliki anak dengan disleksia?

anak perempuan kasih sayang ayah
Orangtua harusnya cepat tanggap dan peka terhadap kondisi buah hati yang mulai menunjukkan gejala atau ciri gangguan sulit belajar ini sejak dini. Hal ini dapat berimbas kepada kondisi psikologis anak yang ikut terbawa.
Anak bisa merasa depresi dan akan menurunkan kepercayaan diri serta sosialisasinya di lingkungan sekolah karena ketidakmampuannya tersebut.
Sama seperti autisme, tidak ada obat untuk menyembuhkan gangguan belajar ini. Disleksia pada dasarnya juga bukanlah penyakit berbahaya. Namun, terapi rutin bersama psikolog atau konsultan pendidikan dan anak disleksia adalah salah satu cara melatih anak bisa berlaku normal di masyarakat.

Cara meningkatkan kemampuan belajar anak disleksia

cara mendidik anak balita

1. Menerapkan teknik pembelajaran yang sesuai dengan kondisinya

Karena anak dengan kondisi ini tidak bisa mengikuti proses belajar seperti anak normal, maka teknik belajar harus diubah sesuai dengan kondisi anak. Pembelajaran akan lebih melibatkan kemampuan anak untuk mendengar, melihat, dan merasakan untuk meningkatkan kemampuan membaca. Ini bisa dilakukan jika anak mengikuti home schooling.
Sementara, jika anak mengikuti sekolah umum dan merasa tertinggal banyak pelajaran, Anda bisa mendaftarkan anak ke tempat les khusus untuk membantunya membaca. Biasanya kegiatan ini diadakan oleh lembaga, yayasan, komunitas, atau Anda bisa menyewa guru privat yang bisa mengajarkan anak Anda dengan baik.
Yang terpenting, sesuaikan jadwal les dengan perkembangan belajar anak, setidaknya satu atau dua kali pertemuan setiap minggu. Jangan membuat jadwal belajar anak semakin padat, justru ini akan membuat anak jadi malas dan enggan atau bahkan sakit.
Jangan lupa untuk selalu memantau perkembangan belajar anak di sekolah, menemani, dan membantu anak untuk menyelesaikan pekerjaan sekolahnya di rumah.

2. Mendukung anak untuk terus belajar membaca

Mengajari anak untuk membaca bukan hanya peran bagi pengajar, tapi juga Anda sebagai orangtua. Semakin sering anak berlatih membaca, semakin meningkat juga kemampuannya. Jadi, akan lebih baik jika Anda juga ikut mendukung anak untuk terus berlatih membaca, misalnya:
  • Menyediakan waktu untuk membaca buku bersama.
  • Pilih buku-buku bacaan yang disukai anak.
  • Melatih anak untuk membaca buku dengan bersuara.
  • Bermain tebak kata setelah selesai membaca buku.
  • Berikan rasa nyaman dan menyenangkan bagi anak saat membaca buku bersama supaya anak tidak bosan atau menghilangkan perasan bahwa membaca adalah kegiatan yang menakutkan atau menegangkan.

3. Menunjukkan perhatian dan kasih sayang Anda sebagai orangtua

Agar anak tetap semangat untuk belajar, Anda harus menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Caranya mudah, seperti memuji atau merayakan setiap kemajuannya dalam belajar. Luangkan satu hari untuk memanjakan anak atas keberhasilannya.
Kemudian, bantu anak untuk memahami kondisinya. Dengan begitu, anak tidak akan merasa dirinya lebih buruk atau tidak beruntung dibandingkan teman-temannya. Ini penting guna membangun kepercayaan diri anak untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Tetap beri anak kebebasan untuk melakukan berbagai hal yang disukainya seperti melukis, bermain bola, atau bermain musik.

sumber : https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/anak-disleksia-adalah/

Tuesday, May 14, 2019

NatGeo #Zoologi

Talaud Rail


Evolusi Bikin Burung Ini Tak Bisa Terbang, Punah Lalu Ada Lagi karena Evolusi Serupa.

Sekitar 136 ribu-240 ribu tahun lalu, sekelompok burung dari suku Rallidae berleher putih terbang dari Madagascar dan tiba di Aldabra yang berjarak 400 kilometer.

Tanpa adanya predator di pulau tersebut, burung-burung ini dengan segera menguasai pulau, hidup nyaman dan belakangan, kehilangan kemampuannya untuk terbang.

Namun, 136 ribu tahun lalu, permukaan air laut tiba-tiba naik dan melahap seluruh spesies burung Rallidae yang tidak bisa terbang ini.

Pada spesies lain, cerita ini biasanya berakhir di sini.

Namun, tidak dengan burung-burung ini.

Ketika permukaan air laut turun sekitar 100 ribu tahun lalu karena dimulainya zaman es, pulau ini muncul kembali dan sekelompok Rallidae baru yang juga berleher putih tiba di sana.

Dengan karakteristik yang sama dan tekanan lingkungan yang sama, evolusi yang sama pun terjadi kembali bak deja vu.

Hal ini disebut sebagai evolusi berulang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Zoological Journal of the Linnean Society, ini mungkin adalah kasus evolusi berulang pertama, di mana genus Rallidae mengkolonisasi pulau yang sama dan mengalami evolusi serupa sehingga menjadi tidak bisa terbang.

Para peneliti menemukan hal itu setelah mempelajari fosil Rallidae yang mati sebelum banjir bandang tersebut di Smithsonian Institution National Museum of Natural History dan Natural History Museum, London.
Ketika dibandingkan dengan spesies yang ada sekarang, para peneliti menemukan banyak kemiripan.

Fosil Rallidae memiliki tulang sayap yang menunjukkan tahap akhir ketidakmampuan untuk terbang, sementara pergelangan kakinya menunjukkan tanda-tanda sedang berevolusi menjadi tidak bisa terbang.

Julian Hume, peneliti utama studi, mengatakan, fosil unik ini memberikan bukti yang tidak bisa dibantah anggota dari Rallidae pernah mengolonisasi pulau ini.

Kemungkinan dari Madagaskar, dan menjadi tidak bisa terbang secara independep pada masing-masing kesempatan.

“Bukti fosil yang ada di sini khusus untuk Rallidae, dan menunjukkan kemampuan burung-burung ini dalam menguasai pulau yang terisolasi dan berevolusi menjadi tidak bisa terbang beberapa kali,” ujarnya lagi. (*)

#Artikel ini telah tayang di Kompas.com
#Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com