Thursday, May 3, 2018

ABOUT WAR


SENI BERPERANG
oleh : Sun Tzu


BAB Strategi militer klasik

1. Kalkulasi
2. Perencanaan
3. Strategi
4. Kekuatan pertahanan
5. Formasi
6. Kekuatan dan kelemahan
7. Manuver
8. Sembilan varuiasi
9. Mobilitas
10. Tanah lapang
11. Sembilan situasi klasik
12. Menyerang dengan api
13. Intelijen

Isi Tiap Bab.

I. Kalkulasi

Lima hal yang harus dipertimbangkan dalam mempelajari peperangan :

1. Alasan moral : keyakinan rakyat dan negara bersama

2. Alam : cuaca, iklim, waktu

3. Situasi : jarak, sifat alami, kondisi fisik

4. Kepemimpimnan : kebijaksanaan, kepercayaan diri, keberanian, belas kasihan

5. Disiplin : imbalan, ancaman, hukuman, logistik

Tujuh aspek dan fakta kalkulasi :

1. Siapa yang dapat mempersatukan rakyat dan angkatan bersenjata

2. Siapa yang memilki komandan yang lebih baik

3. Siapa yang mampu memanfaatkan iklim dan keadaan suatu daerah?

4. Siapa yang dapat memberi perintah dan disiplin yang lebih baik?

5. Pasukan mana yang lebih tangguh?

6. Anggota pasukan mana yang lebih terlatih?

7. Siapa yang memiliki sistem imbalan dan ancaman hukuman yang lebih adil?


Tipu muslihat :

1. Yang mampu harus berpura-pura tidak mampu

2. Tampillah seolah-olah tak ada apa-apa padahal sedang mengaktifkan kekuatan.

3. Bila ingin menyerbu sasaran terdekat, seolah-olah sedang ingin menyerbu yang lebih jauh.

4. Bila ingin menyerbu daerah yang lebih jauh , seakan-akan ingin menyerbu daerah yang terdekat.

Eksploitasi :

1. Pancing musuh dengan umpan yang kecil, lalu hancurkanlah setelah menyebarkan
perselisihan diantara angkatan bersenjata.

2. Waspada musuh senantiasa siap siaga dan tanpa kelemahan.

3. Langkah mundur jika musuh kuat

4. Berpura-pura lemah sehingga musuh dikuasai rasa puas diri.

5. Sebar perselisihan jika kekuatan musuh bersatu padu.

6. Serang saat musuh tidak siap siaga.


Pertimbangan :

1. Kekuatan dan kelemahan pasukan diri dan musuh

2. Perencanaan yang cermat.

II. Perencanaan

Waktu adalah uang :

- Perbekalan

- Pengeluaran harian

Hindari pertempuaran yang berlarut :

- Moral jadi turun

- Biaya yang boros

- Tidak aman dan rentan kalah


Bertempurlah agar cepat menang

Manfaatkalah sumber-sumber kekuatan musuh :

Misal : bekal rampasan musuh

- Pancing amarah musuh

- Bangkitkan motivasi untuk membunuh

- Rangsang untuk merampas harta kekuatan musuh


Taktik jitu menentukan nasib sebuah bangsa :

- Perang cepat negara aman

-Perang berlarut larut, persediaan negara habis, ekonomi ambruk, motivasi tentara jatuh.


III. Strategi


Perbandingan jika pasukan kita berhadapan dengan musuh :

Jika pasukan kita 10 : 1 dari musuh= kepung dan serang

Jika pasukan kita 5 : 1 dari musuh= pecahkan dan bagilah musuh lalu serang

Jika pasukan kita 2 : 1 dari musuh= menyerang 2 arah

Jika pasukan kita 1 : 1 dari musuh= dahului perang

Musuh sedikit lebih besar bertahan.

Musuh lebih besar berkelit dari serangan.

Musuh jauh lebih besar, mundur.


Kepemimpinan:

1. Panglima bagaikan pilar negara

2. Cakap berperang menjadi negara kuat

3. Bukan pejuang yang baik negara menjadi lemah


Penguasa akan membahayakan angkatan bersenjata :

1. Memerintahkan maju / mundur saat waktu yang tidak tepat

2. Tak bisa memperlakukan kemiliteran tanpa tahu militer itu sendiri

3. Mengambil alih komando tanpa paham strategi militer.


Lima cara untuk menang :

1. Tahu saat perang dan tidak berperang

2. Tahu memanfaatkan kekuatan pasukan

3. Rebut simpati dan dukungan rakyat

4. Tunggu untuk antisipasi yang belum siap

5. Perwira cakap menjadi komandan yang tanpa campur tangan pemerintah.


Mengenal lawan dan diri sendiri :

1. Tahu kekuatan sendiri dan musush utuk mampu masuk dalam peperangan tanpa ancaman bahaya

2. Tahu kekuatan sendiri dan tak tahu kekuatan musuh memberikan kesempatan menang hanya separonya.

3. Tak tahu kekuatan sendiri dan musuh akan kalah.


IV. Kekuatan pertahanan

Alasan menyusun strategi :

1. Kita harus berjuang keras agar tidak kalah

2. Musuh yang harus terlebih dahulu membuat kesalahan besar baru kita mengalahkannya.

3. Kita tak bisa bilang kita tak akan kalah tapi kita tak bisa memastikan musuh akan membuat
kesalahan sehingga kita meraih kemenangan, orang bisa tahu cara untuk menang
tapi tidak bisa memastikan akan memperoleh kemenangan.

4. Yang merasa tidak yakin menang akan bertahan

5. Yang merasa akan menang maka menyeranglah

6. Meraka yang cakap dalam bertahan seolah-olah tak tampak oleh musuh

7. Mereka yang calak dalam hal bertahan akan menang bila tiba saatnya untuk menyerang.


Menang tanpa air mata :

1. Ahli taktik akan tetap bertahan dalam keadaan aman.

2. Tak pernah lewatkan kesempatan hancurkan musuh.

3. Yang ingin menang harus terlebih dahulu menciptakan kemenangan.

Pahlawan yang benar-benar sejati tidak pernah membanggakan kecakapan atau keberanian mereka.

Mereka menang karena memiliki rasa percaya diri serta kemampuan untuk tetap pada posisi yang aman.


Mengatur posisi :

1. Ahli tatik mempunyai sasaran-sasaran jelas dan disiplin yang ketat dalam pasukan.

2. Ahli taktik cakap :

a. Ukur jarak

b. Memperkirakan ongkos

c. Memepelajari kekuatan

d. Memperhitungkan kesempatan

e. Merencakan kemenangan.


V. Formasi

Penyergapan tiba-tiba, konfrontasi langsung :

1. Atur pasukan (organisasi) besar dan kecil

2. Komando (Komunikasi) pasukan besar dan kecil

3. Pasukan besar.





Hakikat kejutan :

1. Perang adalah konfrontasi lansung
2. Pasukan yang melakukan kejutan akan menang
Serangan tiba-tiba dan kofrontasi langsung ada dalam peperangan,
kombinasi kedunya membuat suatu variasi perang.
Kesiagaan

Gerakan.

VI. Kekuatan dan kelemahan
Inisiatif :

1. Pasukan pertama mengambil posisi yang fleksibel
2. Pasukan akhir ikut perang walau dalam keadaan kelelahan
3. Perwira melakukan gertakan mental
4. Umpan untuk mencapai tujuan yang dimaksud
5. Gertakan ke musuh
6. Ganggu musuh
Mengacaukan musuh :
1. Buat kegaduhan (kacaukan perhatian)
2. Serang satu arah
Ibarat air :
1. Tinggi ke rendah, menghindari musuh yang kuat tapi serang yang lemah
2. Ikut bentuk yang dilalui . Rencana berubah sesuai perubahan kubu musuh.
3. Tidak dominan pada suatu perubahan, ubah strategi sesuai perubahan pihak musuh.


Sajak Sufi



🍂Mawlana Jalaluddin Rumi🍃

Datang, datang lah, tak akan engkau temukan satu pun kawan sepertiku. 
Dimana lagi, di seluruh semesta, ada Kekasih, yang seperti Aku.

Datang, datang lah, jangan habiskan umurmu hilir-mudik kesana kemari. 
Tiada pasar lain, dimanapun, yang mau menerima uangmu.

Engkau segersang lembah, dan Aku seperti hujan. 
Engkau bagaikan kota yang runtuh, dan Aku bagaikan Sang Arsitek.

Terkecuali pelayanan-Ku, yang bagaikan terbitnya matahari kebahagiaan, 
lelaki sejati tidak pernah, dan tidak-akan pernah merasakan, kebahagiaan sejati.

Kau tatap ribuan gambaran-bergerak dalam mimpi-mimpimu; 
Ketika mimpi-mimpi itu berlalu, tidaklah kau lihat satu pun yang seperti itu.

Tutuplah mata jasmaniah yang lemah ini, dan bukalah mata 'aql; 
Karena indera ragawi itu bagaikan keledai, yang tali-kekangnya adalah nafsu-jahat.

Carilah minuman segar di taman Cinta, karena alam adalah seorang penjual cuka, 
dan penghancur anggur yang belum matang.

Datanglah ke rumah sakit milik Pencipta dirimu: 
tiada pasien dapat menyisihkan sang Dokter Sejati.

Semesta tanpa seorang Raja bagaikan tubuh tanpa kepala: 
lipatlah dirimu-sendiri, bagaikan turban, bentuklah kepala itu.

Kecuali jika engkau masih legam, 
janganlah tanganmu sampai melepaskan cermin itu: 
Jiwa adalah cerminmu, sementara raga berkarat.

Kemanakah pedagang beruntung itu, yang takdirnya dikendalikan Jupiter, 
Tak sabar Ku-berdagang dengannya, dan membeli barang-barangnya.

Mari, dan ingat lah akan Daku, yang memberimu kemampuan mengingat, 
Dari kecerdasan-Ku lah engkau dapat membeli setunggangan penuh merah-delima.

Mari, maju lah kepada Dia yang memberimu kaki; 
Tataplah dengan seluruh penglihatanmu Dia yang memberimu mata.

Bertepuk-tanganlah dalam kebahagiaan akan Dia, 
yang dari laut-Nya muncul tangan-Nya, 
Karena kebahagian-Nya tidak akan memperbolehkan adanya kesedihan atau kesusahan.

Dengarlah tanpa telinga, bercakaplah dengan-Nya tanpa lisan, 
Karena bicara dengan lisan tidaklah bersih dari kelancangan atau pelanggaran.

Jalaluddin Rumi, Divan Syamsi Tabriz ghazal no 45

Wednesday, May 2, 2018

AL-Kisah



Kisah Hamdun
Di suatu daerah,  ada seorang yang bernama Hamdun yang dianggap
berkelakukan gila oleh sekitarnya Entah dari mana asalnya, tak satupun
dari penduduk daerah itu mengetahuinya. Tiba-tiba saja hadir disana.
kegilaannya biasa datang pada malam hari. Hamdun akan bersyair
dalam kegilaannya. Pada siang hari, terkadang ia berlari berkeliling pasar
atau ikut bermain dengan anak-anak. Para penduduk sudah biasa melihat
tingkah lakunya. Mereka tidak khawatir pada anak mereka karena
Hamdun tidak pernah menyakiti orang lain terlebih lagi ia sangat sayang
pada anak kecil. Ada saja orang yang kasihan dan membawakan makanan
untuknya buat berbuka puasa. Setahu mereka, Hamdun tidak pernah terlihat
berbuka siang hari.Tiada putus puasanya. Yang lebih mengherankan lagi,
Hamdun tidak mau tidur di sembarang tempat. Ia lebih suka tidur di emper
satu-satunya masjid di daerah itu. Ia selalu tidur pada pagi hingga petang
dan berjaga pada malam hari.


Suatu malam, kala kegilaannya datang Handun bersyair:


wahai kekasih,
padamu aku memuji
padamu aku berbakti
engkaulah yang aku cintai


wahai kekasih,
jangan kau tinggalkan aku
jangan kau benci aku
jangan kau cemburui aku
karena cintaku hanya untukmu


Setelah bersyair berulang-ulang memuji kekasihnya ia pun
mengakhiri syairnya dengan menangis.


Siang itu singgahlah seorang musafir di masjid. Setelah sholat dhuhur ia keluar
dan mendekati Hamdun yang sedang tidur. Ia mencoba membangunkannya.
Tetapi Hamdun tetap saja nyenyak dalam tidurnya."wahai tuan yang sedang tidur,
tidakkah engkau ingin melaksanakan sholat dhuhur ? Janganlah engkau lewatkan
waktu sholatmu dengan tidur panjangmu", kata musafir itu sambil terus
membangunkan Hamdun.


Hamdunpun akhirnya bangun dan menatap si musafir lalu berkata,
"apa pedulimu denganku ? Aku sedang bermimpi bersama kekasihku.
Tetapi engkau telah mengusik keasyikanku dengan sang kekasih"
"tidakkah engkau ingin melaksanakan sholat untuk menyembah tuhanmu ?",
tanyanya. "Tuhan? Tuhan yang mana? aku tidak menyembah Tuhan.
tiada sedikitpun kusimpan kata Tuhan dalam hatiku. Tiada Tuhan..
Tiada Tuhan..", jawabnya.


"Masya Allah, mengapa kau berkata seperti itu?", tanyanya lagi pada Hamdun.
"Aku hanya memuja sang kekasih dan tiada tempat untuk tuhan dihatiku",
tekannya dalam jawaban. "apakah agamamu, wahai tuan yang tidak bertuhan?",
tanya sang musafir sedikit geram karena tidak percaya nya sang musafir
akan perkataan Hamdun.


"Aku? Aku tidak beragama. Aku hanya bercinta kasih. lalu apa agamamu?",
kata Hamdun balik bertanya. "Tidakkah engkau lihat aku berada dalam masjid.
Tentunya aku adalah seorang muslim", jelas musafir masih dalam kebingungan.
"Bila engkau muslim. Aku ingin bertanya dimanakah Tuhanmu berada,
wahai orang yang banyak tanya?", pertanyaan Hamdun ini membuat si musafir
tak dapat berkata-kata. Ia diam bagai seorang bisu. Lalu pergi meninggalkan Hamdun.


"Bah, engkau mengganggu tidurku saja ! Menyuruhku sholat tetapi engkau
sendiri tidak tahu dimana Tuhanmu berada", kata Hamdun sambil melanjutkan
tidur siangnya.


wahai kekasih...wahai kekasih,
tidak kuat aku menahan kerinduan ini
tiada sabar aku untuk berjumpa denganmu
tiada kuasa aku untuk menggapaimu


wahai kekasih...wahai pujaan hati,
kegilaanku akan dirimu semakin menjadi


wahai kekasih...wahai dambaan hati,
aku sebut selalu namamu dan kupatri dalam hatiku


Musafir yang tadi siang membangunkannya, rupanya sedang mengamati
dari kejauhan segala apa yang telah diperbuat Hamdun. tidak percaya pada
Hamdun yang syair-syairnya berisikan kalimat-kalimat cinta yang indah.
Tidak percaya bahwa Hamdun adalah seorang yang gila. Karena rasa penasaran
pada apa yang telah Hamdun perbuat tadi siang padanya, iapun berjalan mendekati
Hamdun. dan memberi salam, "Assalamu'alaikum, wahai Hamdun...".
Hamdun menoleh dan membalas salamnya, "'Alaikumussalam...".


"Sedang apakah engkau disini seorang diri?", tanya musafir
"Aku sedang memuji kekasihku...", jawabnya, "Apakah keperluanmu
malam begini berada disini?" "aku sedang memperhatikanmu dari kejauhan..",
jelasnya. "Tidak adakah pekerjaan yang bermanfaat bagimu
selain memperhatikanku dalam bersyair..", tanya Hamdun lagi.
"Aku hanya berpikir tentang isi dari syair indah yang engkau
dendangkan, wahai Hamdun", jawabnya.


"Mengapa engkau tidak sholat menyembah Tuhanmu?", tanya Hamdun
sambil berdiri "Aku penasaran akan kata-katamu tadi siang yang membuat
aku berpikir panjang dengan segala yang kau ucapkan. maukah engkau
memberiku penjelasan dimana Tuhan itu berada?", mohon musafir itu
pada Hamdun. "Selama ini engkau menyembah-Nya tetapi engkau sama
sekali tidak tahu dimana Ia berada. Sungguh sia-sia segala apa yang
engkau kerjakan itu, wahai musafir..", jelasnya, "Tuhan itu banyak..
dan jangan sekali-kali lagi engkau berkata menyembah Tuhan karena
engkau akan berada dalam kesesatan.

Engkau pasti bertanya mengapa aku tidak bertuhan dan
mengapa tidak beragama, bukan?". musafir itu menganggukkan kepala.
"Aku tidak menyembah tuhan tetapi aku menyembah
sang kekasih, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'ala.
Mengapa aku mengatakan tidak beragama
karena Allah tidak lagi memberatkannya padaku.
karena aku telah menjadi kekasihNya.
Apapun yang Dia pilihkan padaku, itulah yang terbaik buatku
walau neraka yang diinginkan-Nya
untukku, aku bersedia masuk kedalamnya dengan cinta kasih-Nya.

Untuk apa aku memilih sorga bila tidak bisa menjadi kekasih-Nya
dan tidak bisa berjumpa serta melihat keindahan wajahNya yang Maha Indah itu.


Aku ikhlas menerima kegilaanku karena ingin selalu bercinta dengan-Nya.
Inilah kehendak yang Dia inginkan buat kebaikanku. Inilah kesucian cinta
yang Dia inginkan dariku", katanya menjelaskan pada musafir itu. 
"Astaghfirullah ... Maha Suci Engkau, Ya Allah, dari segala
prasangka buruk hamba-Mu..", mohonnya pada Allah setelah
mendengarkan penjelasan dari Hamdun,
"tapi mengapa sewaktu aku menyuruhmu sholat tadi siang engkau menolak?",
lanjutnya. "Apakah setiap perbuatan selalu harus aku pamerkan kepada semua manusia?


Apakah engkau mengetahui kapan aku sholat tadi siang?",
Hamdun balik bertanya. "Tidak..", jawabnya. "sesungguhnya amal yang baik
adalah bila tangan kanan bersedekah tidak diketahui
oleh tangan kirinya. janganlah engkau pamerkan segala amal
yang engkau lakukan karena itu semua akan menjauhkanmu dari Allah.
Engkau akan memakan puji-pujian orang lalu engkau akan menjadi riya' karenanya.


Bukankah tidak jauh dari daerah ini ada sebuah hutan?
Aku pergi kesana untuk melaksanakan sholat dan meninggalkan tubuhku tetap
terbaring dalam nyenyaknya tidur, agar orang melihat
apa yang aku perbuat. dan tetap seperti itu pandangan mereka",
Hamdun menjelaskan.


"Lalu dengan apakah caranya engkau sholat bila tubuhmu
engkau biarkan terbaring dalam nyenyaknya tidur di depan masjid ini?",
rasa ingin tahu musafir itu semakin menjadi.
"Aku memakai tubuh kekasihku. Yang Maha Dhohir dan Maha Bathin",
jawab Hamdun dan lanjutnya lagi, "besok siang, setelah sholat dhuhur
lihatlah tubuhku yang berbaring nyenyak di depan masjid. jangan sekali-kali
engkau ganggu tidurku. Lalu pergilah engkau ke hutan sana"
"baiklah..aku akan menuruti perkataanmu", musafir itu menyetujui permintaan Hamdun.
Setelah memberi salam, iapun bergi meninggalkan Hamdun yang mulai bersyair lagi.


Keesokan harinya, setelah selesai sholat dhuhur, musafir itu
memperhatikan Hamdun yang sedang nyenyak dalam tidurnya.
Dan iapun bergegas pergi menuju hutan yang dimaksud
Hamdun semalam. ia mencari-cari dimana Hamdun
berada. Musafir itu sempat terkejut ketika mendapati
Hamdun sedang melaksanakan sholat dhuhur di bawah teduhnya sebuah pohon tinggi.
Ia menunggu hingga selesainya Hamdun melaksanakan sholat.


Setelah salam dan berdo'a, Hamdun mendekati musafir yang sejak tadi dalam kebingungan.
"Wahai Hamdun, aku tidak mengerti apa yang sedang engkau lakukan. Aku dapati tubuhmu terbaring
dalam tidur yang nyenyak di depan masjid. Dan aku disini mendapati pula engkau yang bertubuh
melaksanakan sholat. padahal engkau katakan semalam bahwa engkau pergi kesini dengan
memakai tubuh kekasihmu", jelasnya masih belum sadar dari kebingungannya.


"Wahai anak muda, apakah engkau ragu akan kekuasaan Allah?", tanya Hamdun.
Musafir itu menggelengkan kepala.

"Allah berkuasa pada semua orang pilihanNya. tiada mustahil segala apa yang Dia perbuat.
Mata yang engkau punyai itu adalah mata kasar. Bila engkau mempunyai mata halus niscaya
engkau tiada mendapati aku disana. Itu hanyalah bayanganku saja. dan tubuh asliku yang
sebenarnya ada disini, berada dihadapanmu. mengapa pula aku katakan aku memakai tubuh kekasihku?
karena bila engkau melihat pada awal kejadian, bahwa sebenarnya tubuh ini hanya mendindingi
kenyataan sebenarnya. dinding itu akan hilang bila engkau telah menyerahkan segalanya pada Allah.
Bila engkau tiada melihat dinding itu, maka engkau telah memakai pakaian sebenarnya yaitu
pakaian ruh. tetapi aku tidak bisa menjelaskannya padamu tentang segala sesuatu mengenai ruh
karena ruh itu adalah urusan Allah. Mereka yang tidak mengerti akan menghalalkan darahku",
jelasnya. "Aku sedikit paham apa-apa yang telah engkau jelaskan, wahai Hamdun", kata musafir itu.
"Sekarang lihatlah apa yang ada dibalik jubahku ini", kata Hamdun sambil memperlihatkan sesuatu
di balik jubahnya.


Cahaya terang memancar dari dadanya dan menyilaukan mata musafir itu. Karena terkejut
dan takjubnya akan terangnya cahaya itu, iapun pingsan. Tak berapa lama, ia sadar dari pingsan
dan tidak mendapati lagi Hamdun disana. Ia pun berlari untuk menemui Hamdun yang sedang
terbaring nyenyak di depan masjid. Sesampainya disana, ia membuka selimut yang menutupi
tubuh Hamdun. Betapa terkejutnya lagi ia karena dibalik selimut itu hanya didapati tumpukan-
tumpukan batu. "Masya Allah...Maha Suci Engkau, Ya Allah....", panjatnya dalam keheranan.
"Ya Allah, siapakah Hamdun ini sebenarnya? siapakah orang yang misterius ini?
Siapakah seorang penyair gila ini?", do'anya dalam hati. Ia pun pergi dengan membawa
bermacam kebingungan dan selalu memohon petunjuk pada Allah siapa sebenarnya
orang gila yang ia temui itu.
-----------------------


Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah, (QS YAASIIN (36):2)


Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula),
dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (QS YAASIIN (36):9)



Tuesday, May 1, 2018

HIKMAH

3 MUSIBAH SETIAP HARI YG KITA ABAIKAN




Pada dasarnya....
_*Ada tiga musibah setiap hari*_
Yang menimpa kita sebagai hambaNya.

Tetapi sayang...
Sebagian besar kita tidak menyadari,
Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

🌺🍃  *MUSIBAH PERTAMA......*

Setiap hari jatah usia kita terus berkurang
Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.

Sementara itu....
Ketika harta yang berkurang
Perhatian kita sangatlah luar biasa,
Padahal harta yang hilang bisa diganti
Sementra umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

🌺🍃 *MUSIBAH ke DUA.....*

Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
Sementara kita lalai dan lalai....,
Bahwa setiap rizki yang ada
Kelak akan dihisab oleh Nya.

Apabila rizki itu halal
Kelak akan ditanya....
Sudahkah kita mensyukurinya,....?!

Apabila rizki itu haram.....
Maka Allaah Subhanahu Wa Ta'ala kelak mengadzab kita.

🌺🍃 *MUSIBAH ke TIGA.....*

Disadari atau tidak,
Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,
Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.

Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.

Sementara kita tidak tahu
Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,
Ataukah menjadi penghuni neraka
Tempat segala adzab dan siksanya.

Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :

*توفني مسلماً وألحقني بالصالحين*

*"Yaa Allaah aku memohon padaMu....*
*Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam Dan kumpulkanlah aku di surgaMuBersama hamba-hambaMu yang sholeh."*
(QS. Yusuf : 101).

Sungguh 
Alangkah sedihnya hati ini....
Mendengar ungkapan Syeikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin :
_"Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan,_
_Maka waspadalah......_
_Bisa jadi Allaah tidak suka kepada ibadahmu."_

Allaah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ 

*"Allah benci terhadap ibadah mereka (orang-orang munafik)....*
*Dengan sebab itu Allaah palingkan mereka dari ibadah tersebut."*
(QS. At Taubat : 46).

Yaa Allaah.......
Jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami,
Dan jangan pula dunia ini menyita waktu kami...

Ya Allaah.......
Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami,
Dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami.....



Oleh: Syeikh_Muhammad_Iedwan_Rahmatullah_AlKamil

Monday, April 30, 2018

About Kopi

Perbedaan kopi Arabika dan Robusta

Kopi Robusta

Biji kopi Robusta tidak begitu banyak diproduksi. Spesies kopi ini banyak tumbuh di benua Afrika Barat,
Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Namun, beberapa negara yang menghasilkan kopi Arabika juga
menanam kopi Robusta.

Mengulik lebih dalam seputar ciri-ciri kopi Robusta

Bentuk biji kopi Robusta bulat dan agak lebih padat daripada biji kopi Arabika yang pipih memanjang.
Ukuran biji kopi Robusta juga lebih kecil dan teksturnya sedikit kasar.
Biji kopi Robusta termasuk spesies kopi yang fleksibel. Bahkan bisa ditanam di dataran yang tak terlalu tinggi dengan suhu yang berubah-ubah.
Dalam setahun, tanaman kopi Robusta bisa menghasilkan biji kopi lebih banyak dari kopi Arabika.
Biji kopi Robusta juga lebih mudah tumbuh dan dirawat dibandingkan dengan tanaman kopi Arabika.

Seperti apa rasa dan aroma kopi Robusta?

Ciri khas rasa kopi Robusta adalah pekat dan agak pahit. Ini karena kadar kafein dari kopi Robusta
lebih tinggi dibandingkan kopi Arabika, yaitu hingga 2,2%.Cita rasa dan aroma kopi ini sangat kuat,
mirip dengan cokelat, teh hitam, dan kacang-kacangan. Setelah diseduh,
beberapa jenis kopi Robusta wanginya agak seperti kayu. Biasanya kopi Robusta digunakan
sebagai bahan kopi instan.

Contoh kopi Robusta

Indonesia merupakan salah satu produsen biji kopi Robusta terbesar.
Beberapa contoh kopi Robusta asli Indonesia antara lain kopi Lampung, Jawa Barat, Bali, Flores,
dan Bengkulu.
Kopi Luwak juga berasal dari tanaman kopi Robusta, tetapi ada juga yang berasal dari tanaman kopi
Arabika. Kopi Robusta dari negara lain contohnya adalah India, Vietnam, Jamaika, dan Uganda.

Kopi Arabika
Kopi Arabika adalah jenis biji kopi yang paling banyak ditemui. Hampir 70% kopi yang dijual
di pasaran saat ini adalah jenis biji kopi Arabika. Biji kopi arabika paling banyak tumbuh di Afrika Tengah
dan Timur, Amerika Selatan, serta Asia Selatan dan Tenggara. Ya, termasuk di Tanah Air kita.

Mengulik lebih jauh seputar ciri-ciri kopi Arabika

Biji kopi Arabika bentuknya sedikit memanjang dan pipih. Dibandingkan dengan biji kopi Robusta,
biji kopi Arabika ukurannya agak lebih besar.
Selain itu, teksturnya lebih halus dibandingkan dengan biji kopi Robusta.
Biji kopi Arabika sangat peka terhadap perubahan suhu dan mudah diserang hama dan penyakit.
Itu sebabnya biji kopi ini lebih sulit untuk diproses dan diolah.
Karena kedua hal ini pula, hasil panen biji kopi Arabika dalam satu tahun masih lebih sedikit dari
kopi robusta. Tapi, kopi Arabika jelas lebih unggul kualitasnya.
Bahkan kopi Arabika dipercaya sebagai kopi dengan kualitas terbaik di antara yang lainnya. Karena kualitasnya, kopi Arabika harus ditangani dengan ekstra hati-hati.

Seperti apa rasa dan aroma kopi Arabika?

Kandungan gula dalam kopi Arabika lebih tinggi daripada kopi Robusta. Oleh karena itu,
kopi ini terasa agak manis dan asam setelah dikecap — meski diseduh tanpa gula.
Aromanya wangi seperti campuran bunga dan buah-buahan.
Kopi Arabika mengandung kafein sebesar 1,2% sehingga setelah diseduh, kopi ini terasa lembut,
tidak terlalu pekat.
Inilah mengapa kebanyakan kopi yang disajikan di kafe, restoran, atau kedai kopi biasanya
menggunakan biji kopi Arabika.

Contoh kopi Arabika


Kopi Arabika banyak ditemukan di berbagai belahan dunia.
Beberapa contoh kopi Arabika yang cukup dikenal adalah kopi Etiopia, Kenya, Toraja, Sumatera,
Mandailing, Jawa (dari perkebunan kopi di daerah Kawah Ijen, Jawa Timur), Papua Nugini,
Colombia, dan Brazil